SIMEULUE — Jika seluruh usulan itu diakomodasi, setiap titik KNMP berpotensi mendapat kucuran anggaran APBN hingga Rp22 miliar. Efek domino dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir Simeulue.
Survei 13 Titik untuk Kampung Nelayan Merah Putih
“Yang kita usulkan itu ada 13 titik. Dan alhamdulillah, seluruh lokasi sudah disurvei langsung tim KKP,” ujar Suprimansyah, Jumat (03/07/2026).
Program KNMP dirancang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi. Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan, penataan kawasan permukiman nelayan, penyediaan fasilitas distribusi hasil perikanan, hingga ketersediaan bahan bakar minyak dengan harga eceran tertinggi (HET).
Gudang Beku di Desa Lugu Mulai Kontribusi ke PAD
Di sektor hilir, Pemkab Simeulue memperkuat kerja sama pemanfaatan gudang beku terintegrasi di Desa Lugu bersama PT Usaha Mina Merauke. Kerja sama itu telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp260 juta pada tahun ini.
PR yang Masih Menanti: Logistik, SDM, dan Lahan
Meski angin segar mulai berembus, mewujudkan ekonomi biru tidak semudah membalik telapak tangan. Keterbatasan konektivitas logistik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penyediaan lahan untuk kawasan KNMP menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Apalagi, tekanan fiskal akibat defisit anggaran dan kebijakan efisiensi membuat Pemkab Simeulue tidak bisa bergerak sendiri. Langkah aktif menjalin komunikasi hingga ke pusat dinilai sebagai strategi yang relevan.
Warga: Upaya Ini Layak Diapresiasi
“Karena itu, menurut saya upaya ini layak diapresiasi. Semoga ikhtiar yang dilakukan berhasil dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir,” ucap Ardi, salah seorang warga Kota Sinabang.