ACEH — Laga 16 besar ini menyajikan roller coaster emosi yang luar biasa. Mesir tampil mengejutkan dengan memimpin lebih dulu melalui gol Yasser Ibrahim di babak pertama. Keunggulan itu nyaris bertambah sebelum turun minum, namun Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-21.
Babak kedua justru memicu kemarahan kubu Mesir. Mostafa Zico sempat mencetak gol pada menit ke-58, namun wasit menganulirnya karena pelanggaran yang terjadi hampir di garis tengah lapangan. Zico akhirnya benar-benar membawa Mesir unggul 2-0 pada menit ke-67, namun momentum tim sudah terganggu.
Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, menyoroti keputusan wasit yang merugikan Mesir. "Mereka sangat frustrasi. Gol kedua mereka dianulir sebelum akhirnya benar-benar mencetak gol, hanya karena pelanggaran yang posisinya hampir di dekat garis lapangan mereka sendiri," ujar Robinson kepada BBC.
Argentina tak menyerah. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79 memanfaatkan assist Messi. Empat menit berselang, Messi sendiri yang menyamakan kedudukan lewat penyelesaian apik. Drama puncak terjadi di masa injury time ketika Enzo Fernandez memastikan kemenangan 3-2.
Robinson memuji kebangkitan Argentina. "Itu luar biasa. Spektakuler. Argentina sempat terpuruk dan nyaris tersingkir, mereka sempat berada di ambang pintu keluar turnamen. Kemudian Lionel Messi masuk dan mengambil alih permainan. Assist yang indah, penyelesaian akhir yang apik untuk golnya," kata dia.
Kemenangan dramatis ini mengantarkan Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Lionel Scaloni masih menunggu lawan yang akan ditentukan dari pertandingan lain. Sementara bagi Mesir, turnamen ini berakhir dengan kekecewaan akibat keputusan wasit yang dinilai kontroversial.