ACEH — Setelah serangkaian bocoran dan spekulasi, Nissan akhirnya mengonfirmasi kehadiran SUV kompak terbaru mereka. Dalam acara peluncuran di India, Jumat (10/7/2026), Nissan Tekton resmi diperkenalkan ke publik dengan banderol yang cukup agresif.
Nissan membanderol Tekton mulai dari Rp 199 jutaan untuk varian terendah. Angka ini menempatkan SUV anyar tersebut tepat di segmen yang sama dengan Hyundai Venue, Kia Sonet, dan Toyota Raize. Dengan harga tersebut, Nissan mencoba merebut hati konsumen yang mencari SUV modern dengan harga mobil LCGC.
Belum ada konfirmasi apakah model ini akan dibawa ke Indonesia. Namun, strategi harga seperti ini kerap menjadi indikator awal potensi kehadiran di pasar Asia Tenggara.
Dari foto yang beredar, Tekton mengusung desain V-Motion grille khas Nissan yang lebih tajam. Lampu LED daytime running light terintegrasi dengan bentuk yang agresif. Ground clearance-nya terlihat cukup tinggi, cocok untuk kondisi jalan di Indonesia.
Bagian belakang mengadopsi desain bumper tebal dengan skid plate, memberi kesan kokoh khas SUV. Pelek alloy berukuran 16 inci menjadi standar untuk varian tertinggi.
SUV ini ditenagai mesin bensin 1.0 liter turbocharged tiga silinder. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 100 PS dan torsi puncak 160 Nm. Pilihan transmisi meliputi manual 5-percepatan dan CVT.
Nissan membekali Tekton dengan layar sentuh 8 inci yang mendukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Fitur keselamatan meliputi dual airbag, ABS dengan EBD, serta sensor parkir belakang. Untuk pasar India, tersedia pula fitur hill start assist dan kontrol stabilitas elektronik.
Kabinnya mengusung konsep dark theme dengan aksen silver di beberapa titik. Ruang kaki baris kedua disebut cukup lega untuk ukuran segmen kompak.
Nissan Motor Indonesia (NMI) belum memberikan pernyataan resmi soal kehadiran Tekton di Tanah Air. Namun, melihat tren SUV kompak yang terus tumbuh di Indonesia, peluang untuk membawa model ini cukup terbuka. Apalagi Nissan saat ini tidak memiliki produk di segmen tersebut setelah Magnite hanya dijual di India.
Jika benar masuk Indonesia, Tekton akan bersaing langsung dengan Raize, Rocky, dan Sonet yang sudah lebih dulu menguasai pasar. Harga kompetitifnya bisa menjadi senjata utama untuk mengganggu dominasi para pemain lama.