BANDA ACEH — Klub berjuluk Lantak Laju itu memastikan seluruh proses administrasi integrasi data pemain muda telah tuntas. Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong, menyebut program ini sebagai langkah awal menciptakan pemain profesional melalui konsep “Persiraja by Design.”
Hasil Seleksi dari SSB Hingga PPLP Aceh
Kedelapan belas pemain yang terpilih merupakan hasil seleksi dari berbagai sekolah sepak bola (SSB), akademi, dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Aceh. Mereka berasal dari tiga kelompok usia, yakni kelahiran 2010, 2011, dan 2012.
Untuk kelompok kelahiran 2010, nama-nama seperti Azam Abdillah (kiper asal SSB Champion Sigli) dan Teuku Ifkar (PPLP Aceh) masuk dalam daftar. Sementara dari kelompok 2011, ada Ragil Angkasa Dewa (Hatee Football Academy) dan Ivan Khairullah (Talenta Akademi Banda Aceh).
Kelompok termuda, kelahiran 2012, diwakili Asraf (Fourgee Akademi Banda Aceh), Muhammad Alfa (SSB Sematang Jaya Aceh Timur), dan Malik Ibrahim (SSB Rampagoe Banda Aceh).
Sinergi PSSI dan Persiraja untuk Pembinaan Usia Muda
Gidong menjelaskan bahwa program Akademi Nasional Garuda United merupakan bentuk kerja sama antara PSSI pusat dan Persiraja. Tujuannya mengidentifikasi, membina, dan mengembangkan generasi pesepakbola Indonesia secara terstruktur.
“Ini adalah kerja sama antara PSSI Pusat dan Persiraja. Kami sangat berharap suatu saat nanti kembali lahir pemain Tim Nasional Indonesia yang berasal dari Aceh,” ujar Gidong di Banda Aceh, Rabu.
Harapan Lahirnya Bintang Baru dari Serambi Mekkah
Dengan masuknya data 18 pemain ini ke basis data nasional PSSI, Persiraja berharap pembinaan usia muda di Aceh semakin terarah. Klub menargetkan jalur ini bisa melahirkan pemain profesional yang kelak memperkuat Persiraja, klub nasional, hingga Tim Nasional Indonesia.
“Semoga kolaborasi ini menjadi fondasi pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu melahirkan pemain berkualitas untuk masa depan sepak bola nasional,” demikian Ridha Mafdhul Gidong.