Saham Lucid Motors Anjlok 50% Usai Isu Kebangkrutan, Perusahaan Bantah Keras

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 04:28:01 WIB
Saham Lucid Motors anjlok lebih dari 50% setelah beredar isu kebangkrutan, namun perusahaan membantah keras laporan tersebut.

ACEH — Laporan mengejutkan dari sebuah blog kendaraan listrik pada Selasa (15/4) menyebut Lucid Motors tengah menjajaki opsi pengajuan kebangkrutan Chapter 11 atau menjadi perusahaan privat. Rekomendasi itu disebut berasal dari konsultan AlixPartners. Kabar ini langsung menghantam pasar: saham Lucid mengalami penurunan intraday terbesar dalam sejarah, anjlok lebih dari 50% sebelum sedikit pulih ke level USD 4,72 (sekitar Rp 77.880) atau masih turun 14% dari harga pembukaan.

Namun, Nick Twork, Chief Communications Officer Lucid Motors, dengan tegas membantah laporan tersebut. "Rumor itu sepenuhnya palsu," katanya dalam pernyataan resmi kepada TechCrunch.

Likuiditas Aman dan Rencana Restrukturisasi

Twork menjelaskan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan operasional hingga tahun depan, seperti yang sudah dipublikasikan dalam laporan keuangan kuartal terakhir. Ia juga menegaskan tidak ada komite dewan khusus yang dibentuk untuk membahas skenario yang diberitakan.

"Fokus kami adalah meningkatkan eksekusi, memperkuat operasi, dan memposisikan Lucid untuk mewujudkan potensi penuh dari teknologi, produk, dan inovasinya," ujar Twork. Ia menambahkan bahwa AlixPartners memang dipekerjakan, namun hanya untuk membantu memperkuat operasional—bukan merekomendasikan kebangkrutan kepada manajemen atau dewan direksi.

AlixPartners, Konsultan yang Sering Menangani Startup Bermasalah

AlixPartners memang bukan nama asing di industri kendaraan listrik yang sedang terpuruk. Lordstown Motors pernah menggunakan jasa mereka pada 2021 setelah CEO dan CFO mundur, meski akhirnya perusahaan itu bangkrut. Faraday Future juga pernah meminta bantuan AlixPartners pada 2022 pasca penyelidikan internal.

Keterlibatan konsultan yang identik dengan perusahaan dalam kesulitan inilah yang memicu spekulasi liar di pasar. Lucid sendiri tengah dalam fase restrukturisasi besar-besaran. Tahun ini saja, mereka sudah memecat lebih dari 2.000 karyawan dan menghapus shift produksi kedua di pabrik Arizona untuk menyelaraskan produksi dengan permintaan yang lesu.

Penjualan Lesu, Tapi Target Robotaxi Tetap Jalan

Data pengiriman kuartal II 2025 menunjukkan tantangan nyata Lucid: hanya 3.953 unit terkirim, nyaris sama dengan periode yang sama tahun lalu. Padahal, spesifikasi teknis mobil listrik buatan mereka diakui unggul. Masalahnya, harga jual yang premium membuat segmen pembeli sangat terbatas.

Meski begitu, Lucid tidak menghentikan ambisi besarnya. Mereka tetap berencana meluncurkan layanan robotaxi mewah bersama Uber dan Nuro sebelum akhir tahun. Uber sudah berkomitmen membeli setidaknya 35.000 unit kendaraan Lucid yang dilengkapi teknologi Nuro, terdiri dari 10.000 unit Gravity SUV dan 25.000 unit berbasis platform EV mid-size anyar yang akan datang.

Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah badai isu kebangkrutan dan penurunan saham, Lucid masih bertaruh pada masa depan layanan mobilitas otonom premium. Pertanyaannya sekarang: apakah pasar dan konsumen masih punya kesabaran menunggu?.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top