TAPAKTUAN — Pernyataan itu disampaikan Bupati Mirwan menjawab sorotan mahasiswa yang sebelumnya mendesak pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap sektor pendidikan. Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Selatan tahun ini mencapai sekitar Rp1,322 triliun.
Khairi Munahar, Demisioner Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Tahun 2024, menilai besarnya APBK seharusnya memberi ruang bagi alokasi beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan dari keluarga kurang mampu. Ia mengkritik fokus pembangunan yang dinilai masih terlalu berat pada infrastruktur fisik.
“APBK yang mencapai sekitar Rp1,322 triliun seharusnya tidak hanya pada pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program beasiswa yang berkelanjutan,” kata Khairi dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Kamis (16/7/2026).
Menanggapi desakan tersebut, H. Mirwan menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini sedang berat. Pemerintah menghadapi defisit anggaran yang besar serta tekanan efisiensi belanja dari pusat.
“Kita kondisi lagi defisit yang sangat besar, tambah efisiensi anggaran juga besar. Kita lagi upayakan cari solusi, dinda. Jika tidak tertampung, tahun 2027 kita akan anggarkan,” ujar H. Mirwan.
Khairi juga menyoroti bahwa hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya program beasiswa daerah yang konkret dari Pemkab Aceh Selatan. Menurutnya, beasiswa menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan tinggi dan pembangunan sumber daya manusia.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak mengabaikan kebutuhan mahasiswa. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga sejumlah program harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Pemkab Aceh Selatan memastikan program beasiswa tetap masuk dalam perhatian pemerintah daerah. Jika kondisi fiskal belum memungkinkan pada tahun 2026, komitmen penganggaran akan direalisasikan dalam APBK Tahun 2027.
Pernyataan itu sekaligus memberi kepastian meski pelaksanaannya bergantung pada membaiknya kondisi keuangan daerah. Mahasiswa dan publik masih menunggu langkah konkret pemerintah dalam menyediakan solusi jangka pendek di tengah keterbatasan fiskal saat ini.