BANDA ACEH — Kepastian soal kelanjutan beasiswa mahasiswa di Aceh Selatan masih menggantung. Pemerintah kabupaten baru bisa menjanjikan alokasi anggaran pada tahun 2027, sementara tahun ini terkendala defisit fiskal yang cukup dalam.
Menanggapi situasi itu, politisi PAN asal Dapil Aceh 9, Irpannusir, justru memberikan apresiasi kepada Bupati Mirwan. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah keseriusan pemerintah daerah untuk tetap memperjuangkan sektor pendidikan di tengah keterbatasan.
Komitmen di Tengah Defisit Anggaran
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah belum memungkinkan untuk mengakomodasi program beasiswa dalam APBK 2026. Pemerintah tengah menghadapi defisit anggaran yang besar ditambah dengan kebijakan efisiensi belanja.
“Kalau belum tertampung pada tahun ini, insyaallah akan kita anggarkan pada 2027,” ujar H. Mirwan.
Irpannusir menilai respons cepat bupati menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak mengabaikan aspirasi mahasiswa. “Saya mengapresiasi langkah cepat Bupati H. Mirwan yang langsung merespons kegelisahan mahasiswa dan masyarakat terkait keberlanjutan program beasiswa,” katanya di Banda Aceh, Kamis (16/7/2026).
Perlu Pengawalan agar Tak Terlupakan
Meski mengapresiasi, Irpannusir mengingatkan bahwa komitmen ini belum cukup. Ia mendorong semua pihak untuk mengawal proses penyusunan anggaran agar janji tersebut benar-benar terealisasi.
“Tentu program beasiswa ini harus kita kawal bersama. Dengan berbagai kesibukan Pak Bupati, bisa saja suatu saat hal ini terlupakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, beasiswa merupakan investasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh Selatan. Keberlanjutan program ini akan membuka akses pendidikan lebih luas bagi mahasiswa tanpa terkendala biaya.
Dukungan untuk Santri dan Langkah Selanjutnya
Irpannusir juga menyinggung bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk para santri di Aceh Selatan. Ia berharap komitmen serupa bisa segera diwujudkan untuk mahasiswa.
Ia mengajak DPRK Aceh Selatan, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal agar alokasi beasiswa masuk dalam APBK ketika kondisi fiskal telah memungkinkan. “Dengan berbagai kesibukan, saya bersama seluruh komponen lainnya siap mengingatkan kembali agar komitmen tersebut benar-benar terealisasi,” pungkasnya.