7 Curug atau Air Terjun di Aceh yang Wajib Dikunjungi, dari Tersembunyi hingga Mudah Diakses

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00:31 WIB
Pemandangan Air Terjun Blang Kolam di Aceh Besar yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan debit air stabil sepanjang tahun.

Berbicara tentang wisata alam di Aceh, pesisir dan gunung memang yang paling sering disebut. Tapi bagi perantau atau wisatawan yang sudah bosan dengan pantai, air terjun di daerah ini punya daya tarik sendiri. Beberapa berada di kawasan konservasi, beberapa lagi tersembunyi di balik perkebunan warga. Yang jelas, medan menuju lokasi bukan untuk semua orang—tapi justru itu yang bikin pengalamannya berkesan.

Artikel ini khusus untuk warga lokal yang ingin mencari alternatif liburan akhir pekan, dan perantau yang baru pertama kali menjelajah Aceh. Bukan sekadar daftar nama, tapi juga gambaran medan dan apa yang perlu disiapkan sebelum berangkat.

1. Air Terjun Blang Kolam, Aceh Besar

Lokasinya di kawasan perbukitan Kecamatan Lhoong, sekitar 40 menit dari Banda Aceh. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 30 meter dengan debit air yang stabil sepanjang tahun. Kolam di bawahnya cukup dalam untuk berenang, tapi arusnya lumayan deras saat musim hujan.

Akses jalannya sudah beraspal sampai area parkir, lalu dilanjut jalan kaki sekitar 15 menit menuruni anak tangga. Cocok untuk pemula atau keluarga yang membawa anak kecil. Tapi jangan datang pas libur nasional—pengunjung bisa membludak sampai tiga kali lipat.

2. Air Terjun Kedab, Pidie

Berada di perbatasan Pidie dan Aceh Besar, tepatnya di kawasan hutan lindung. Air terjun Kedab sebenarnya adalah rangkaian tiga undakan dengan ketinggian total sekitar 50 meter. Yang paling mudah diakses adalah undakan pertama, sementara undakan kedua dan ketiga butuh trekking tambahan 30-45 menit.

Medan menuju lokasi cukup menantang—jalan tanah berbatu dan licin setelah hujan. Disarankan pakai sepatu trekking, bukan sandal. Warga setempat sering memanfaatkan area ini untuk mandi dan piknik, jadi tidak ada tiket masuk resmi, cukup biaya parkir sukarela.

3. Air Terjun Tujuh Tingkat, Aceh Tengah

Berada di kawasan Danau Laut Tawar, tepatnya di Kampung Toweren. Namanya merujuk pada tujuh undakan bertingkat yang membentuk kolam-kolam alami di setiap level. Undakan pertama paling ramai karena mudah dijangkau, tapi undakan kelima hingga ketujuh hanya bisa dicapai dengan bantuan pemandu lokal.

Ketinggian total sekitar 60 meter. Airnya dingin khas pegunungan Gayo, suhu air rata-rata 18-20 derajat Celsius. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari antara pukul 7 hingga 10, sebelum kabut turun dan jalur menjadi licin.

4. Air Terjun Puncak Geurutee, Aceh Jaya

Letaknya di jalur lintas barat Aceh, persis di kawasan Puncak Geurutee yang terkenal dengan pemandangan laut lepas. Air terjun ini tidak terlalu tinggi—sekitar 15 meter—tapi keistimewaannya ada di lokasi yang menggabungkan hutan tropis dan panorama Samudra Hindia.

Pengunjung bisa berenang di kolam alami yang cukup luas, tapi hati-hati dengan batu-batu licin. Area parkir terbatas, jadi kendaraan roda empat perlu datang lebih awal. Tidak ada warung permanen di lokasi, hanya penjual keliling pada akhir pekan.

5. Air Terjun Suhom, Aceh Besar

Berada di Lembah Suhom, Kecamatan Lhoong, sekitar satu jam dari Banda Aceh. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 25 meter dengan kolam dangkal di bagian bawah—cocok untuk anak-anak. Namun, aksesnya cukup terjal: jalan setapak menurun dengan kemiringan 40 derajat di beberapa titik.

Lokasi ini populer di kalangan pemuda lokal untuk camping, tapi tidak ada fasilitas listrik atau air bersih. Bawa perlengkapan sendiri, termasuk air minum dan makanan. Sinyal seluler sangat lemah, jadi pastikan koordinasi dengan rombongan sudah jelas sebelum berangkat.

6. Air Terjun Tangse, Pidie

Berada di Kecamatan Tangse, sekitar 50 kilometer dari Kota Sigli. Air terjun ini sebenarnya adalah aliran Sungai Woyla yang jatuh dari ketinggian 40 meter. Yang unik, kolam di bawahnya memiliki kedalaman bervariasi—ada bagian dangkal untuk duduk-duduk, ada bagian dalam untuk menyelam.

Medan menuju lokasi masih berupa jalan tanah berbatu, butuh kendaraan dengan ground clearance tinggi. Motor trail atau matik dengan ban agresif lebih disarankan. Waktu tempuh dari jalan utama sekitar 20 menit, lalu dilanjut jalan kaki 10 menit.

7. Air Terjun Lawe Sikap, Aceh Tenggara

Berada di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, dekat perbatasan dengan Sumatera Utara. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 35 meter dengan debit air yang deras sepanjang tahun. Kolam di bawahnya cukup lebar, sekitar 15 x 20 meter, dengan kedalaman maksimal 4 meter.

Akses dari Kota Kutacane sekitar 30 menit dengan motor. Jalan sudah diaspal sampai area parkir, lalu dilanjut jalan kaki 5 menit. Lokasi ini relatif sepi dibanding air terjun lain di Aceh, jadi cocok untuk yang ingin suasana tenang. Tidak ada warung di lokasi, bawa bekal sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua air terjun di Aceh bisa diakses dengan kendaraan pribadi?
Tidak. Air terjun seperti Kedab dan Tangse butuh kendaraan dengan ground clearance tinggi. Sebaiknya gunakan motor trail atau mobil SUV untuk medan berbatu.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke air terjun di Aceh?
Musim kemarau, sekitar Maret hingga September. Debit air tetap stabil, tapi jalur tidak licin dan risiko banjir bandang minim.

Apakah ada biaya masuk untuk air terjun di Aceh?
Sebagian besar tidak memungut tiket masuk resmi. Biasanya hanya biaya parkir sukarela yang dikelola warga setempat, nominalnya bervariasi.

Apa perlengkapan wajib yang harus dibawa?
Sepatu trekking anti-slip, baju ganti, air minum minimal 1 liter per orang, dan makanan ringan. Jangan lupa kantong plastik untuk sampah—beberapa lokasi tidak memiliki tempat sampah.

Apakah air terjun di Aceh aman untuk anak kecil?
Air terjun seperti Blang Kolam dan Suhom punya kolam dangkal yang relatif aman. Tapi tetap awasi anak setiap saat, karena arus air bisa berubah tiba-tiba setelah hujan di hulu.

Dari tujuh curug di atas, semuanya punya karakter medan yang berbeda. Tidak ada yang benar-benar mudah, tapi juga tidak ada yang mustahil. Kuncinya ada pada persiapan: cek cuaca, bawa perlengkapan yang tepat, dan jangan ragu bertanya pada warga sekitar soal kondisi jalur terbaru. Air terjun di Aceh bukan sekadar tempat selfie—tapi pengalaman yang menguji fisik sekaligus menyegarkan pikiran.

Reporter: Zulkifli Arief
Back to top