BANDA ACEH — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB ketika korban mengambil tangga dari garasi dan menuju ke halaman samping rumah yang berdekatan dengan kolam ikan. Kapolsek Darul Kamal, Iptu Hilman Rosyadi Siregar, membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan dari pihak keluarga.
Kronologi: Satu Jam Tak Kembali, Anak Curiga
Kapolsek menjelaskan, saksi Neneng Handayani, anak korban, melihat ayahnya membawa tangga ke lokasi pohon kelapa. Namun, setelah satu jam berlalu dan korban tak kunjung kembali ke dalam rumah, saksi merasa curiga dan memutuskan untuk mencari.
"Saksi menuju ke lokasi dan tidak melihat ayahnya di dekat tangga. Kemudian mencari di sekitar kolam ikan dan menemukan korban dalam posisi telungkup di dalam kolam yang berisi air," ujar Iptu Hilman, Kamis (16/7).
Petugas Medis Tiba, Korban Sudah Dibawa ke Rumah Duka
Setelah menemukan korban, saksi segera memberitahu ibunya dan meminta bantuan keluarga lain untuk mengangkat jenazah serta membawanya ke rumah duka. Saat petugas medis dan personel Polsek Darul Kamal tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban sudah tidak berada di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolsek memastikan peristiwa ini merupakan kecelakaan murni. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Peristiwa ini murni kecelakaan," tegasnya.
Keluarga Ikhlas, Korban Dimakamkan di Pemakaman Keluarga
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum et repertum. Jenazah Herdin Gunawan langsung dimakamkan di kuburan keluarga yang berada di Gampong Neusok, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang kerap memanjat pohon kelapa tanpa alat pengaman. Meski menggunakan tangga, risiko kecelakaan tetap mengintai, terutama bagi warga lanjut usia yang kondisi fisiknya tidak seprima dulu.