TAKENGON — Sebanyak 4 juta batang bibit Kopi Arabika 3 yang diproduksi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian di Kabupaten Aceh Tengah kini memasuki tahap akhir. Kepala Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Sabrin, mengatakan bibit tersebut saat ini dalam proses sertifikasi dari BPSB Provinsi Aceh.
“Empat juta batang bibit yang penangkaran di SMK Negeri 2 Aceh Tengah, Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing dalam proses sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Aceh,” kata Sabrin saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.
Sabrin menegaskan sertifikasi merupakan langkah krusial untuk menjamin kepastian kualitas bibit dan melindungi hak pemulia tanaman. Proses ini wajib dilakukan sebelum benih didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.
“Sertifikasi tersebut merupakan langkah yang sangat penting dilakukan dalam menjamin kepastian kualitas bibit dan melindungi pemulia tanaman. Sertifikasi tersebut dilakukan sebelum benih didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Bantuan bibit ini merupakan bagian dari program hilirisasi reguler untuk pengembangan kopi arabika yang digulirkan Kementerian Pertanian. Target pembagian kepada petani dijadwalkan pada September hingga Oktober 2026.
Sekretaris Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Halwi, menambahkan bahwa pendistribusian akan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Pihaknya telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap petani penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan pembagian bibit tersebut dilaksanakan secara transparan dan paling penting adalah tepat sasaran. Bantuan bibit ini tentu juga akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produksi,” kata Halwi.
Halwi menyebut penggunaan bibit unggul menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas kopi arabika di daerah itu. Saat ini, total luas lahan kopi di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 52.074 hektare dengan produksi tahunan sebesar 29.019,20 ton.
Serah terima bibit kopi tersebut masih menunggu jadwal pembagian kepada seluruh penerima manfaat. Pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di Aceh Tengah.