ACEH — Polemik status lisensi Shin Tae-yong setelah dijatuhi sanksi disiplin oleh KFA memantik reaksi dari lingkaran terdekatnya. Huh Ji-sub, yang kini menjadi tangan kanan Shin Tae-yong di Persija Jakarta, secara terbuka meluruskan informasi yang dinilainya keliru dan menyesatkan publik.
Melalui akun Instagram pribadinya, Huh Ji-sub menyatakan bahwa hukuman larangan mendampingi tim selama satu tahun dari KFA bersifat terbatas. "Faktanya, pelatih Shin Tae-yong mendapat sanksi larangan mendampingi tim selama satu tahun hanya di Korea Selatan oleh KFA, bukan oleh AFC," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sanksi tersebut tidak otomatis mencabut atau membekukan lisensi kepelatihan Shin Tae-yong. "Ini mirip seperti pemain atau ofisial yang mendapat kartu merah dan dilarang tampil dalam pertandingan. Bukan berarti lisensi kepelatihannya dicabut," tegas asisten pelatih asal Korea Selatan itu.
Huh Ji-sub secara spesifik menyinggung Bung Towel yang membahas persoalan ini di sebuah kanal YouTube. Ia menyayangkan seorang figur publik menyebarkan informasi tanpa verifikasi utuh. "Saya heran kenapa hal yang tidak benar malah dibicarakan seolah-olah sebuah fakta," katanya.
Menurut Huh Ji-sub, komentar yang tidak didasarkan pada data lengkap justru memicu gelombang kritik dan kebencian yang tidak perlu kepada tim kepelatihan Persija. "Kami hanya ingin fokus bekerja untuk Persija Jakarta," tutupnya.
Persoalan ini muncul setelah Shin Tae-yong dijatuhi sanksi oleh KFA, yang kemudian memicu pertanyaan tentang legalitasnya menangani Persija di Liga Super Indonesia. Padahal, ruang lingkup hukuman tersebut jelas hanya berlaku di wilayah Korea Selatan dan tidak terkait dengan lisensi internasional yang dimilikinya.
Huh Ji-sub berharap publik dan pengamat lebih bijak dalam menyaring informasi. Ia menekankan bahwa timnya ingin menghindari gangguan eksternal yang bisa mengganggu persiapan dan performa Persija ke depan.