ACEH — Gangguan pada sistem pengendalian lalu lintas terjadi setelah kebakaran melanda gedung Bapenda DKI Jakarta. Ruang SPLL yang berada di dalam gedung tersebut ikut terdampak, sehingga memaksa petugas untuk kembali ke pola pengaturan konvensional di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan pihaknya langsung menerjunkan personel ke titik-titik yang biasanya mengalami kepadatan. Mereka bertugas mengatur arus kendaraan secara manual hingga sistem persinyalan kembali normal.
SPLL merupakan pusat kendali yang mengoordinasikan seluruh lampu lalu lintas di ibu kota. Ketika ruangan ini terganggu, sinkronisasi antarpersimpangan otomatis hilang. Akibatnya, waktu tunggu di lampu merah tidak lagi terukur dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di jam sibuk.
Dishub DKI belum merinci berapa lama proses pemulihan sistem ini akan berlangsung. Namun, pengaturan manual dipastikan berjalan hingga infrastruktur pendukung di gedung Bapenda dapat difungsikan kembali.
Petugas dikerahkan dengan skala prioritas pada simpang-simpang utama yang memiliki volume kendaraan tinggi. Beberapa di antaranya berada di kawasan perkantoran pusat dan ruas jalan arteri yang kerap menjadi titik penumpukan kendaraan pada pagi dan sore hari.
Imbauan untuk mencari rute alternatif juga disampaikan kepada pengguna jalan. Dishub DKI berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama masa transisi ini.
Peristiwa ini menjadi catatan atas kerentanan sistem transportasi kota yang bergantung pada satu pusat kendali. Gangguan pada satu titik infrastruktur mampu melumpuhkan pengaturan lalu lintas secara menyeluruh.
Dishub DKI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem SPLL pasca-insiden. Langkah ini mencakup pemeriksaan ketahanan infrastruktur serta potensi pengembangan sistem cadangan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu mobilitas warga.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran masih berlangsung. Petugas gabungan dari dinas terkait terus berupaya memulihkan fungsi gedung Bapenda beserta seluruh perangkat di dalamnya.