ACEH — Take-Two Interactive, induk perusahaan Rockstar Games, membeberkan proyeksi keuangan yang menunjukkan ketergantungan besar pada GTA 6 untuk tahun fiskal berjalan (April 2025–Maret 2026). Dalam laporan kuartal terbaru, publisher ini memperkirakan pendapatan mencapai US$ 8,2 miliar—angka yang belum pernah diraih sepanjang sejarah perusahaan.
Angka tersebut mencerminkan keyakinan Take-Two bahwa GTA 6 akan menjadi mesin uang utama, meski jadwal rilisnya masih mengarah ke November 2025. Namun, pendapatan ini tidak hanya bertumpu pada penjualan kopi fisik atau digital; aliran uang dari microtransaction game lama Rockstar juga diprediksi tetap deras.
Take-Two merinci proyeksi kontribusi pendapatan dari tiga lini bisnis utamanya. Rockstar Games diprediksi menyumbang 37% dari total pendapatan, berkat GTA 6 dan judul legacy seperti GTA 5 serta Red Dead Redemption 2. GTA 5 sendiri masih menjadi game terlaris kedua sepanjang masa, dengan aliran pendapatan dari GTA Online yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Sementara itu, Zynga—yang diakuisisi Take-Two pada 2022—diproyeksikan menyumbang 34% pendapatan. Portfolio game mobile Zynga seperti Match Factory dan Empires & Puzzles terus menjadi sumber pendapatan stabil yang tidak terpengaruh siklus rilis game AAA. Adapun label 2K Games diperkirakan berkontribusi 29%, ditopang oleh seri tahunan NBA 2K, PGA Tour, dan WWE.
Dalam laporan kuartal yang sama, Take-Two menyoroti performa NBA 2K26 yang disebut "luar biasa" berkat lonjakan penjualan microtransaction. "Eksekusi live-service kami tetap menjadi pilar keberhasilan berkelanjutan NBA 2K," demikian pernyataan resmi perusahaan dalam earnings call. Ini menegaskan bahwa model bisnis game sebagai layanan (games-as-a-service) tetap menjadi strategi inti Take-Two, bukan hanya dari GTA Online.
NBA 2K27 menjadi rilis besar berikutnya dari label 2K, dijadwalkan hadir pada 4 September 2025. Sementara itu, beberapa judul lain seperti Judas dari Ken Levine, Project Ethos, dan game BioShock berikutnya masih belum memiliki tanggal rilis resmi.
Menariknya, Take-Two mengonfirmasi bahwa cuplikan panjang GTA 6 akan ditayangkan secara eksklusif di platform streaming Netflix. Ini menjadi langkah pemasaran yang tidak biasa untuk industri game, memanfaatkan basis pengguna Netflix yang mencapai ratusan juta untuk menjangkau audiens non-gamer. Belum ada detail durasi atau konten yang akan ditampilkan, tetapi langkah ini mengindikasikan strategi promosi GTA 6 yang lebih agresif dan lintas-platform dibanding pendahulunya.
Bagi pemain Indonesia, kabar ini berarti satu hal: persiapan finansial. Dengan harga GTA 6 di platform Steam dan konsol yang diprediksi berada di kisaran US$ 70 (sekitar Rp 1,1 juta) untuk edisi standar, ditambah potensi kenaikan harga regional, para pemain di Tanah Air perlu menyiapkan budget lebih awal. Belum lagi biaya langganan layanan online seperti PlayStation Plus atau Xbox Game Pass Core yang dibutuhkan untuk mengakses mode multiplayer.
Yang perlu dipantau selanjutnya adalah apakah Rockstar akan merilis trailer kedua atau gameplay resmi sebelum penayangan eksklusif di Netflix. Jika mengikuti pola rilis GTA 5, kampanye pemasaran biasanya dimulai 6-8 bulan sebelum perilisan, yang berarti materi promosi pertama bisa hadir dalam beberapa bulan ke depan.