Relawan Bakti BUMN 2026 di Aceh Tamiang Kibarkan Merah Putih 81 Meter, BSI Pimpin Aksi Sosial di Pesantren Terdampak Banjir

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:39:30 WIB
Relawan Bakti BUMN 2026 membentangkan Merah Putih sepanjang 81 meter dalam upacara peringatan kemerdekaan di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Senin (17/8/2026).

ACEH — Suasana khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin pagi. Ratusan santri, tenaga pengajar, tokoh masyarakat, dan relawan dari berbagai daerah berdiri rapi mengikuti jalannya upacara peringatan kemerdekaan yang terasa berbeda dari biasanya.

Alih-alih bendera berukuran standar, regu pengibar bendera membentangkan Sang Saka Merah Putih sepanjang 81 meter—angka yang sengaja dipilih untuk memperingati usia kemerdekaan Republik Indonesia. Momen ini menjadi pembuka rangkaian bakti sosial BUMN di kabupaten yang berada di ujung timur Aceh tersebut.

Pesantren Jadi Titik Awal Pemulihan Pasca-Banjir

Pemilihan pesantren sebagai lokasi upacara bukan tanpa alasan. Area Manager Lhokseumawe BSI, Totok Sudiarto, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyebut bahwa kawasan ini sempat terendam banjir pada November 2025 lalu. Dampaknya masih terasa, termasuk di lingkungan pesantren yang menjadi pusat pendidikan santri tersebut.

"Relawan Bakti BUMN hadir bukan sekadar untuk melaksanakan kegiatan, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar mengisi kemerdekaan melalui pengabdian. Kami membawa tenaga dan bantuan, sekaligus belajar dari masyarakat Aceh Tamiang mengenai keteguhan, gotong royong, dan keberanian untuk bangkit," kata Totok dalam sambutannya.

Ia menambahkan, bencana yang melanda justru memperlihatkan soliditas warga dalam menghadapi masa sulit. "Merayakan kemerdekaan bukan berarti kita terbebas dari berbagai ujian. Makna kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan kita menjaga harapan ketika menghadapi ujian," ujarnya.

Kolaborasi 12 BUMN dalam Satu Misi Sosial

Program RBB 2026 di Aceh Tamiang melibatkan relawan dari 12 perusahaan pelat merah. Selain BSI yang mengirimkan tim Digital Ranger, hadir pula PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Taspen (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Reska Multi Usaha, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa agenda pemulihan pasca-bencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perbankan membawa program literasi keuangan, BUMN logistik membantu distribusi bantuan, sementara perusahaan konstruksi menyiapkan perbaikan infrastruktur rusak.

BSI Perluas Peran sebagai Penanggung Jawab Kegiatan

Keikutsertaan BSI dalam ajang tahunan ini lebih dalam dari sekadar partisipasi. Perusahaan bank syariah pelat merah itu tercatat turut menjadi penanggung jawab rangkaian acara, sebuah amanah yang diemban untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui program sosial dan pemberdayaan.

Hingga 19 Agustus 2026, para relawan dijadwalkan menggarap agenda di bidang sosial, lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa kegiatan yang sudah teragenda antara lain perbaikan fasilitas pesantren, kelas edukasi keuangan syariah bagi santri, serta pendampingan usaha mikro warga sekitar.

Bagi BSI, program ini merupakan wujud nyata peran perusahaan sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual. Semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam aksi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Aceh Tamiang—bukan sekadar seremoni tahunan.

Kegiatan serupa di daerah lain akan menyusul, seiring komitmen BUMN untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah-wilayah yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: mediasatunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top