BANDA ACEH — Puluhan penyelam dari berbagai instansi turun ke dasar laut Krueng Raya, Aceh Besar, untuk mengibarkan Bendera Merah Putih memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Aksi ini melibatkan personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh, Brimob, Ocean Diving Club Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, serta Basarnas.
Sebanyak 20 penyelam ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di perairan Krueng Raya tersebut. Mereka terdiri dari empat personel Ditpolairud Polda Aceh dan puluhan penyelam lain dari unsur TNI, akademisi, serta tim pencarian dan pertolongan.
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antarlembaga yang jarang terlihat. Personel kepolisian yang sehari-hari bertugas mengamankan perairan berbaur dengan penyelam dari kalangan kampus dan Basarnas dalam satu misi yang sama.
Kehadiran Ocean Diving Club Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala menunjukkan keterlibatan akademisi dalam kegiatan kebangsaan. Sementara Basarnas membawa pengalaman operasional penyelamatan di laut yang memperkuat sisi teknis pengibaran bendera di kedalaman.
Pengibaran bendera di dasar laut merupakan salah satu cara berbeda dalam memaknai kemerdekaan. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.
Aksi serupa sebelumnya pernah dilakukan di sejumlah daerah pesisir Indonesia. Namun untuk wilayah Aceh, pengibaran bendera di dasar laut Krueng Raya menjadi perhatian tersendiri karena melibatkan lintas instansi dengan kemampuan selam mumpuni.
Krueng Raya merupakan kawasan perairan yang cukup dikenal di Aceh Besar. Letaknya yang strategis menjadikan kawasan ini kerap dipilih untuk berbagai kegiatan maritim, termasuk latihan penyelaman dan operasi pencarian.
Pemilihan lokasi ini dinilai tepat karena kondisi bawah lautnya mendukung untuk kegiatan semacam ini. Arus dan visibilitas perairan Krueng Raya memungkinkan para penyelam bergerak aman saat membentangkan bendera di kedalaman.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi yang bertugas di wilayah perairan Aceh. Kolaborasi semacam ini juga menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang tidak biasa, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.