BANDA ACEH — Gelombang massa dari berbagai daerah memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman sejak dinihari untuk mengikuti zikir akbar dan doa tolak bala. Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WIB itu berubah menjadi ajang penyampaian aspirasi ketika bendera bulan bintang mulai dikibarkan sekitar pukul 09.00 WIB.
Bendera tersebut dibentangkan menggunakan tangan maupun diikat pada bambu. Sejumlah prajurit TNI sempat berupaya mencegah pengibaran, tetapi mendapat perlawanan dari massa yang hadir. Panitia acara juga telah meminta massa untuk menahan diri, namun imbauan itu tidak digubris.
Spanduk Kemerdekaan dan Teriakan 'Merdeka' Warnai Aksi
Beberapa orang kemudian naik ke gapura tengah di halaman masjid untuk mengibarkan bendera. Selain bendera bulan bintang dan bendera putih, massa juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Acheh Has Every Right to be Independent' serta mengibarkan bendera PBB.
Teriakan "merdeka" terdengar sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana semakin memanas saat orasi disampaikan di tengah kerumunan yang terus bertambah sejak subuh.
Alasan Massa Datang dari Pidie Jaya
Salah seorang peserta, Muhammad Jamil, warga Pidie Jaya, mengaku sengaja datang ke Banda Aceh untuk mengikuti zikir sesuai seruan ulama. Ia membawa bendera bulan bintang karena menilai pengibaran simbol tersebut merupakan keinginan masyarakat.
"21 tahun dalami kami tidak dapat apa-apa. Kami harap ada satu hak untuk masyarakat," jelasnya kepada wartawan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah kota terkait pengamanan dan tindak lanjut atas pengibaran bendera tersebut.