ACEH — Red Bull Racing mengonfirmasi perpanjangan kontrak Max Verstappen pada Selasa (4/3). Dengan kesepakatan anyar ini, pebalap berusia 27 tahun itu dipastikan bertahan di tim asal Austria tersebut untuk lima musim ke depan, jauh lebih lama dari kontrak sebelumnya yang sedianya berakhir pada 2028.
Keputusan Verstappen bertahan di Red Bull sebenarnya bisa ditebak dari dinamika grid Formula 1 saat ini. Mercedes, Ferrari, dan McLaren telah mengunci komposisi pebalap mereka untuk beberapa musim ke depan. Artinya, jika Verstappen ingin tetap berlaga di F1 dan punya peluang merebut gelar juara dunia, Red Bull adalah satu-satunya tim yang masih menyediakan kursi kompetitif.
Spekulasi kepindahan Verstappen ke Mercedes sempat menguat pada pertengahan musim lalu. Namun, dengan bertahannya Lewis Hamilton di Ferrari dan kontrak panjang George Russell di Mercedes, pintu menuju tim pabrikan Jerman itu praktis tertutup.
Perpanjangan kontrak ini menjadi momen krusial bagi Red Bull. Mulai 2026, F1 akan memberlakukan regulasi mesin anyar yang mengharuskan tim menggunakan bahan bakar berkelanjutan dan powertrain dengan pembagian tenaga listrik yang lebih besar. Red Bull tengah mengembangkan unit tenaga sendiri melalui Red Bull Ford Powertrains, dan Verstappen menjadi jaminan stabilitas di tengah transisi teknis tersebut.
Bagi Verstappen, keputusan ini juga berarti ia akan menghabiskan lebih dari satu dekade bersama tim yang membawanya meraih empat gelar juara dunia beruntun sejak 2021. Ia kini menjadi salah satu pebalap dengan masa bakti terlama di satu tim pada era modern F1.
Dengan ketatnya Verstappen di Red Bull hingga 2030, persaingan perebutan kursi pebalap di tim-tim papan atas semakin minim pergerakan. Para pebalap muda seperti Oscar Piastri dan Lando Norris yang tampil impresif bersama McLaren dalam dua musim terakhir dipastikan tetap bertahan di tim masing-masing.
Konsekuensinya, pintu masuk ke tim papan atas hanya terbuka lebar jika ada pebalap senior yang pensiun atau performanya merosot signifikan. Situasi ini justru menguntungkan tim-tim seperti Aston Martin dan Audi yang tengah membangun proyek jangka panjang dan membutuhkan pebalap bintang sebagai tulang punggung.
Verstappen sendiri dipastikan tetap menjadi favorit juara untuk beberapa musim ke depan, terlepas dari hasil kurang memuaskan yang sempat dialami Red Bull pada awal musim lalu. Dengan kepastian kontrak ini, fokus Verstappen kini sepenuhnya tertuju pada upaya mempertahankan dominasinya di atas lintasan.