ACEH BARAT — Kolaborasi tripartit antara MAN 1 Aceh Barat, Kemenag Aceh Barat, dan DLH Aceh Barat ini diinisiasi untuk memastikan program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (Adiwiyata) berjalan berkelanjutan, bukan sekadar administrasi. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd., bersama Kepala DLH Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., IPM., ASEAN.Eng., dan disaksikan Kepala Kemenag Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, S.Ag., MA.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kemenag itu juga dihadiri jajaran pengurus program lingkungan sekolah. Turut hadir Ketua Adiwiyata MAN 1 Aceh Barat, Kamariah Nur, S.Ag., serta Ketua Bidang Inovasi Adiwiyata, Zuraida, S.Pd.
Empat Program Prioritas yang Akan Dijalankan
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah rencana aksi konkret turut dibahas untuk diterapkan di lingkungan madrasah. Beberapa program prioritas yang menjadi fokus utama antara lain:
- Pengelolaan dan pengurangan sampah melalui sistem pemilahan serta daur ulang di lingkungan madrasah.
- Penanaman pohon dan penataan ruang terbuka hijau untuk menciptakan ekosistem belajar yang nyaman.
- Pembentukan karakter serta kesadaran ekologis siswa melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan harian.
- Pengembangan berbagai program ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan civitas akademika.
Komitmen Kepala Madrasah: MoU Bukan Sekadar Seremonial
Faisal, M.Pd., menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas utama. Ia ingin kerja sama ini melahirkan kebiasaan positif di kalangan siswa, bukan berhenti pada kesepakatan di atas kertas.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi dilanjutkan dengan berbagai proyek nyata yang melibatkan siswa dan seluruh warga madrasah. Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari budaya sehari-hari di MAN 1 Aceh Barat," ujar Faisal.
Membangun Generasi Sadar Ekologi
Dengan adanya kolaborasi ini, MAN 1 Aceh Barat diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan sehat. Lebih dari itu, madrasah ini diharapkan menjadi ruang pendidikan efektif bagi siswa untuk membangun karakter peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
Keterlibatan langsung DLH Aceh Barat dalam pendampingan teknis menjadi nilai tambah. Para siswa nantinya akan mendapatkan pembinaan mengenai tata cara pengelolaan sampah yang benar hingga teknik pembuatan kompos, sehingga program ini tidak hanya berhenti pada teori di dalam kelas.