Komunitas di Banda Aceh Rutin Masak Gulai Eungkot Paya, Begini Resep Ikan Gabus Khas Aceh yang Mulai Langka

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:53:01 WIB
Komunitas pegiat kuliner di Banda Aceh memasak gulai eungkot paya berbahan ikan gabus di kedai kopi Lhee, Lamgugob, Sabtu (22/8/2026).

BANDA ACEH — Tradisi memasak bersama kembali dihidupkan sekelompok pegiat kuliner di Banda Aceh. Mereka meracik gulai eungkot paya, hidangan berbahan ikan gabus yang belakangan semakin sulit ditemukan di rumah makan.

Kegiatan berlangsung di kedai kopi Lhee, kawasan Lamgugob, Sabtu (22/8/2026). Sejak pagi, Bang Man dan Mukhlisuddin sibuk membersihkan potongan ikan gabus yang sudah disiapkan. Ikan dicuci menggunakan air campuran daun belimbing wuluh untuk menghilangkan bau anyir.

"Biar bau anyirnya hilang," kata Bang Man di sela kegiatan.

Koki Berpengalaman Puluhan Tahun Turun Tangan

Proses memasak dipimpin Syeh Marhaban, koki dengan pengalaman puluhan tahun. Ia datang membawa aneka bahan tambahan dan langsung meracik bumbu dibantu Sayuti, Mus, dan Alfian.

Syeh sempat memeriksa kondisi ikan sebelum menambahkan perasan jeruk nipis, jeruk purut, dan garam. Setelah aroma anyir hilang, bumbu-bumbu seperti bawang, jahe, dan rempah lainnya dibersihkan untuk diblender.

"Ini bawang, jahe dan lainnya dibersihkan, sebelum diblender," ujarnya.

Bahan dan Cara Memasak Gulai Eungkot Paya

Meski terbilang rumit di awal, hasil akhir masakan ini disebut istimewa. Berikut bahan dan langkah memasak gulai eungkot paya yang dipraktikkan komunitas tersebut:

Bahan utama dan bumbu halus: ikan gabus, cabai merah, bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada putih, kelapa gongseng, jahe, kunyit, jintan, dan pala.

Bumbu tambahan: serai yang ditumbuk, daun kari atau temuruy, dan daun salam.

Sayuran pendamping: jantung pisang muda serta batang dan bunga kala (reubong kala) yang direbus terlebih dahulu hingga matang.

Langkah pertama, ikan gabus dibersihkan dengan daun belimbing, perasan jeruk nipis, dan jeruk purut. Kedua, semua bumbu halus dihaluskan atau diblender. Ketiga, ikan diaduk rata dengan bumbu halus dan dimasak dengan api stabil bersama bumbu tambahan dan sayuran pendamping. Setelah matang, gulai eungkot paya siap disajikan.

Melestarikan Kuliner yang Mulai Langka

Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul. Para anggota mengaku ingin memastikan resep gulai eungkot paya tidak hilang ditelan zaman. Saat ini, tidak banyak warung makan di Aceh yang masih menyediakan hidangan ini.

Setelah masakan matang, hidangan langsung dinikmati bersama. Salah satu anggota, Bang Adli Abdullah, sempat berkomentar soal cita rasanya.

"Bereh, rasanya kalau punya warung di sana," kata Bang Adli menyebut sebuah tempat.

Melalui kegiatan rutin ini, mereka berharap masyarakat, terutama generasi muda, bisa mengenal dan memasak sendiri kuliner khas Aceh di rumah masing-masing.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top