BANDA ACEH — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mendeteksi konsentrasi titik panas yang signifikan di wilayah pesisir barat Aceh. Berdasarkan hasil pemantauan periode 23 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, tercatat 114 hotspot di Kecamatan Arongan Lambalek.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Dedy Ardana, menjelaskan pendeteksian ini memanfaatkan teknologi sensor MODIS yang terpasang pada sejumlah satelit pengamat, seperti Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.
Dedy menyebutkan, berdasarkan analisis citra satelit, tingkat kepercayaan (confidence level) terhadap titik panas yang terdeteksi di Arongan Lambalek berada pada kategori sedang. Artinya, potensi api di lapangan perlu diverifikasi lebih lanjut, namun tetap perlu diwaspadai.
Konsentrasi titik panas yang tinggi dalam rentang waktu sembilan jam tersebut mengindikasikan adanya aktivitas yang memicu munculnya api di sejumlah titik. Kondisi ini diperparah dengan cuaca kering yang tengah melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Menanggapi temuan ini, BMKG mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Arongan Lambalek dan sekitarnya, untuk tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan metode pembakaran.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara terbuka, sebab cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api dan memicu kebakaran yang lebih luas," ujar Dedy, Senin (24/8/2026).
Metode pembakaran lahan yang kerap digunakan untuk membersihkan sisa panen atau membuka lahan baru menjadi faktor utama pemicu karhutla. Dalam kondisi angin kencang dan kelembapan rendah, api dengan mudah menjalar ke area yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Pemantauan titik panas melalui satelit menjadi langkah awal yang krusial dalam upaya pencegahan karhutla. Data ini memungkinkan pihak terkait, seperti BPBD dan instansi kehutanan, untuk melakukan patroli darat dan langkah mitigasi lebih dini sebelum api membesar.
BMKG mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk memantau perkembangan informasi cuaca dan kebakaran dari sumber resmi.