Ribuan Akun WhatsApp Warga Aceh Terkunci Massal, Meta Akui Salah Sistem dan Janji Pulihkan di Bawah 24 Jam

Penulis: Zulkifli Arief  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:31:02 WIB
Ribuan akun WhatsApp warga Aceh terkunci massal akibat kesalahan sistem Meta.

BANDA ACEH — Gangguan penonaktifan akun WhatsApp secara massal melanda sejumlah pengguna di Indonesia, termasuk warga Aceh dalam beberapa hari terakhir. Pengguna mendapati akun mereka tiba-tiba terkunci dengan berbagai notifikasi, mulai dari "Akun sedang ditinjau" hingga "Akun ini tidak bisa menggunakan WhatsApp". Kejadian ini memicu gelombang keluhan di media sosial karena banyak yang merasa tidak melakukan pelanggaran ketentuan layanan.

Kronologi Akun Terkunci: Pesan Tak Masuk Hingga Foto Profil Berganti

Salah seorang warga Aceh Besar, Fia, menceritakan pengalamannya saat akun pribadinya mendadak tidak dapat diakses. Sebelum terkunci total, ia menyadari ada keanehan pada aplikasi pesan instan tersebut.

"Awalnya WhatsApp saya tidak masuk apa-apa, kalau ada yang chat juga tidak masuk. Tiba-tiba saja WhatsApp sudah tidak bisa dibuka lagi," ujar Fia kepada MASAKINI.CO.

Ia juga menemukan perubahan mencurigakan pada foto profilnya yang berganti dengan gambar orang tidak dikenal. Hal ini membuatnya menduga akunnya mungkin telah dibobol atau mengalami gangguan keamanan siber.

"Saya tidak tahu itu kena hack atau bukan. Saya coba terus lakukan pemulihan, kemudian muncul keterangan akun sedang ditinjau," katanya.

Meta Akui Kesalahan Sistem, Bukan Serangan Hacker

Menanggapi insiden ini, WhatsApp akhirnya buka suara. Perusahaan mengakui adanya kesalahan pada sistem otomatis mereka yang menyebabkan sejumlah akun terdampak secara global. Meta memastikan pengguna yang terkena dampak dapat mengajukan banding dan proses pemeriksaan akan dilakukan kurang dari 24 jam.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai kejadian ini kemungkinan besar bukan disebabkan serangan peretas atau pemblokiran oleh pemerintah. Menurutnya, pemicu utama adalah sistem anti-spam otomatis milik Meta yang salah mendeteksi aktivitas pengguna normal sebagai pelanggaran, atau yang dikenal dengan istilah false positive.

Komdigi Desak Meta Pulihkan Akun Warga Aceh

Lonjakan aduan masyarakat membuat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI bergerak cepat. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan pihaknya telah meminta penjelasan resmi kepada Meta.

"Kami menerima banyak aduan masyarakat mengenai penonaktifan akun WhatsApp secara tiba-tiba dan telah meminta klarifikasi kepada Meta," ujarnya.

Komdigi telah mengirimkan surat resmi kepada Meta sejak 14 Agustus 2026 untuk meminta klarifikasi terkait gangguan teknis yang berdampak pada pengguna di Indonesia, termasuk di Aceh.

Imbauan untuk Pengguna yang Terdampak

Meski mayoritas kasus disebabkan kesalahan sistem, Alfons mengingatkan bahwa sebagian akun tetap berpotensi telah disusupi dan digunakan untuk aktivitas melanggar ketentuan, seperti penyebaran spam. Pengguna yang akunnya bermasalah disarankan untuk segera memanfaatkan fitur banding resmi yang disediakan WhatsApp dan tidak panik. Sementara itu, proses pemulihan oleh Meta diklaim tengah berjalan untuk mengembalikan akses pengguna yang tidak bersalah.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top