BANDA ACEH — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat kabupaten/kota di Aceh resmi dijadwalkan berlangsung pada 7-8 September 2026. Menjelang hari-H, Kemenag Aceh mengingatkan para peserta untuk tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga ketahanan mental agar mampu bersaing ketat memperebutkan tiket menuju tingkat provinsi.
Khairul Azhar menekankan bahwa persiapan yang matang adalah kunci utama bagi siswa madrasah untuk bisa tampil maksimal. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada secara efektif.
“Agar para peserta OMI kabupaten/kota benar-benar siap tempur dan mampu meraih tiket terbaik menuju OMI tingkat provinsi,” ujar Khairul dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Pendaftaran OMI Sains 2026 masih dibuka hingga 2 September 2026. Setelah periode tersebut ditutup, panitia akan menggelar sesi uji coba bagi peserta pada 4-5 September sebagai pemanasan sebelum kompetisi utama dimulai dua hari berselang.
Selain kesiapan peserta, Khairul juga menyoroti kesiapan teknis penyelenggaraan di tingkat kabupaten/kota. Ia meminta panitia lokal segera memastikan titik lokasi (tilok) pelaksanaan serta mengecek kesiapan sarana dan jaringan internet.
“Panitia OMI kabupaten/kota agar segera menentukan titik lokasi pelaksanaan dan melaporkan kesiapan sarana serta jaringan. Jangan sampai persoalan teknis mengganggu jalannya kompetisi,” tegasnya.
Mengacu pada petunjuk teknis (juknis) OMI 2026, kompetisi tahun ini mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Terdapat dua bidang utama yang dipertandingkan, yaitu Sains dan Riset.
Bidang Sains terbagi berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat MI/SD, mata lomba meliputi Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. Sementara untuk jenjang MTs/SMP, tersedia Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi.
Adapun jenjang MA/SMA mempertandingkan enam bidang, yakni Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi.
Khusus bidang Riset, kompetisi terbuka bagi siswa jenjang MTs dan MA. Ruang lingkup riset mencakup kajian ekoteologi yang mengintegrasikan keislaman dan keilmuan, isu Sustainable Development Goals (SDGs), serta pemanfaatan transformasi digital untuk pembangunan nasional.
OMI bidang Sains menggunakan sistem seleksi berjenjang yang dimulai dari satuan pendidikan. Setelah melewati tahap madrasah pada 22-26 Agustus, peserta yang lolos akan bertarung di tingkat kabupaten/kota pekan depan.
Peserta terbaik dari tingkat kabupaten/kota selanjutnya akan mengikuti uji coba tingkat provinsi pada 1-2 Oktober sebelum berlaga di OMI tingkat provinsi yang dijadwalkan pada 5-6 Oktober 2026. Hasil akhir tingkat provinsi akan diumumkan pada 10 Oktober.
Mereka yang dinyatakan lolos akan melaju ke tahap nasional dengan agenda registrasi pada 8 November, technical meeting dan pembukaan pada 9 November, serta kompetisi utama pada 10-11 November. Pengumuman pemenang dan penutupan dijadwalkan pada 12 November 2026.
Sementara itu, bidang Riset memiliki linimasa berbeda. Pendaftaran dan unggah proposal dibuka hingga 2 September, presentasi proposal pada 9-11 September, pembimbingan dan pelaksanaan riset hingga 20 Oktober, presentasi hasil pada 21-23 Oktober, dan puncaknya Final serta Expo pada 10-12 November 2026.
Dengan rentang waktu yang semakin dekat, seluruh pihak di Aceh diharapkan berkoordinasi dengan baik. Kelancaran teknis dan kesiapan peserta menjadi dua faktor penentu lahirnya talenta madrasah terbaik dari provinsi ujung barat Indonesia ini untuk bersaing di panggung nasional.