ACEH — Perjalanan ke kaki Gunung Ciremai belum lengkap tanpa mampir ke Cibuluh. Tempat ini bukan sekadar kolam pemandian biasa; ia adalah embung alami dengan air yang mengalir sepanjang tahun dari mata air pegunungan. Suasana asrinya langsung terasa begitu melewati gerbang masuk bergaya ikonik di tepi Jalan Raya Pasawahan.
Nama Cibuluh sendiri menyimpan sejarah kawasan ini. "Ci artinya air, buluh artinya bambu. Dulu di sini hutan bambu, lalu muncul mata air," ujar Embrik, pengelola objek wisata tersebut. Kini, kawasan hutan itu telah disulap menjadi destinasi rekreasi keluarga yang juga berfungsi sebagai pusat budidaya ikan dewa, ikan endemik yang legendaris di Kabupaten Kuningan.
Daya tarik utama Cibuluh terletak pada balong atau kolamnya yang sangat jernih. Pengunjung bisa berenang sambil menikmati panorama perbukitan hijau dan rimbunnya pepohonan yang mengelilingi area kolam. Bebatuan alami di sekelilingnya menambah kesan natural yang sulit ditemukan di kolam renang biasa.
Di dalam air, tampak jelas ikan-ikan dewa berenang dengan tenang. Ikan yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat Sunda ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang penasaran melihatnya dari dekat. Selain menjadi penghuni kolam, ikan dewa di Cibuluh juga dibudidayakan dan dapat dibeli oleh pengunjung yang berminat.
Bagi perencana liburan keluarga, area perkemahan menjadi nilai plus. Lokasinya berupa lahan lapang yang dikelilingi pepohonan, jauh dari kebisingan kendaraan. Fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, dan warung makan sudah tersedia di dekat area tersebut, sehingga tidak perlu khawatir membawa perlengkapan berat.
Biaya masuk ke Cibuluh terbilang ramah di kantong. Tiket masuk dipatok Rp15.000 per orang. Jika ingin bermalam atau sekadar mendirikan tenda, tarifnya Rp25.000. Bagi yang tidak membawa perlengkapan camping, pengelola menyediakan penyewaan tenda seharga Rp100.000.
Fasilitas di dalam kawasan terbilang lengkap untuk ukuran wisata alam. Tersedia satu gazebo besar dan dua gazebo kecil untuk berteduh, kantin, mushola, serta kamar mandi. Pengunjung seperti Noni mengaku cukup dengan membawa uang Rp50.000 untuk tiket masuk dan jajan di kantin. "Enak banget. Kalau siang sejuk, kalau sore dingin. Bawa uang Rp50.000 cukup banget," tuturnya.
Cibuluh berlokasi strategis di tepi Jalan Raya Pasawahan, tepatnya di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Dari pusat Kota Cirebon, arahkan kendaraan menuju Jalan Raya Sumber, lalu lanjutkan lurus ke Jalan Mandirancan. Setelah itu, belok kanan menuju Jalan Cisaat dan ikuti jalan hingga menemukan Jalan Pasawahan. Embung dengan tulisan "Cibuluh" di pintu masuk akan menjadi penanda Anda tiba di lokasi.
Waktu terbaik menikmati Cibuluh adalah pagi hingga siang hari saat cuaca cerah, karena suhu udara di kaki gunung bisa turun drastis menjelang sore. Jangan lupa membawa pakaian ganti, alas kaki yang nyaman untuk area berbatu, serta uang tunai karena beberapa warung mungkin belum menyediakan mesin pembayaran digital. Untuk pengalaman paling menyenangkan, datanglah di hari kerja agar suasana lebih sepi dan tenang.
Dengan kombinasi kolam alami, ikan khas Kuningan, dan area perkemahan, Cibuluh bisa menjadi pilihan destinasi singkat yang menyegarkan sebelum melanjutkan perjalanan ke objek wisata lain di sekitar Gunung Ciremai. Luangkan waktu dua hingga tiga jam untuk berenang dan bersantai di sini.