ACEH — Indomobil eMotor tidak hanya mengandalkan satu model untuk menembus pasar motor listrik Indonesia. Lini produk mereka saat ini terdiri dari beberapa tipe dengan karakter yang berbeda, dari skuter untuk harian sampai model bergaya adventure. Semua model tersebut disebut dirakit di fasilitas National Assembler, Cakung, Jakarta Timur, dengan TKDN 50 persen.
Informasi ini menjadi penegas bahwa Indomobil eMotor serius membangun basis produksi lokal, bukan sekadar importir. Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Bagi calon konsumen yang butuh motor listrik untuk aktivitas perkotaan, tidak perlu langsung melirik model besar. Indomobil eMotor menyiapkan beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, di antaranya:
*Spesifikasi dapat berbeda berdasarkan varian dan pembaruan produk.
Daya tarik Indomobil eMotor sebenarnya tidak hanya berhenti pada pilihan modelnya. Perusahaan mulai membangun ekosistem kendaraan listrik yang lengkap, terutama dari sisi jaringan layanan purna jual.
Ketersediaan dealer menjadi faktor krusial saat membeli kendaraan listrik. Konsumen tidak hanya butuh tempat membeli unit, tetapi juga akses servis, ketersediaan suku cadang, dan layanan setelah pembelian. Fondasi inilah yang coba diperkuat Indomobil eMotor untuk memberi rasa aman kepada pemiliknya.
Dengan rentang harga yang bervariasi, Indomobil eMotor memberi ruang bagi konsumen untuk pindah ke motor listrik tanpa harus memaksakan diri memilih model termahal. Strategi ini sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang masih sensitif terhadap harga.
Kombinasi antara produk rakitan lokal, TKDN 50 persen, dan dukungan dealer yang tersebar menjadi nilai jual yang coba ditonjolkan. Pertanyaannya sekarang, apakah calon konsumen tertarik menjadikan salah satu model Indomobil eMotor sebagai kendaraan harian?