ACEH — Membeli mobil listrik untuk keluarga bukan sekadar soal harga termurah. Kapasitas penumpang, jarak tempuh, dan ukuran kabin menentukan apakah kendaraan itu benar-benar nyaman dipakai harian atau justru menyusahkan saat mengangkut anak dan barang bawaan.
Seres E1 B-Type dibanderol sekitar Rp189 juta dengan jarak tempuh kurang lebih 180 km. Dimensinya yang mungil membuat mobil ini lebih pas untuk aktivitas perkotaan ketimbang perjalanan keluarga jarak jauh.
Keunggulan utamanya ada di kemudahan bermanuver. Untuk penggunaan harian di jalan kota yang padat, karakter kompak seperti ini justru terasa membantu.
Mobil ini bisa jadi kendaraan kedua di rumah, misalnya untuk mengantar anak, belanja, atau pergi bekerja. Untuk keluarga kecil dengan mobilitas dalam kota, kapasitasnya masih memadai.
Tapi jangan berharap ruang kabinnya setara MPV atau SUV keluarga. Jika kebutuhan utama adalah mengangkut banyak penumpang sekaligus, E1 B-Type bukan jawabannya.
BYD mencantumkan harga mulai Rp199 juta OTR Jakarta untuk Atto 1 Standard. Baterainya berkapasitas 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh sekitar 300 km NEDC.
Harga tersebut memang sudah mendekati Rp200 juta. Namun dibanding mengejar mobil listrik termurah, Atto 1 lebih menarik bagi konsumen yang memang ingin menjadikannya kendaraan keluarga.
Kapasitas lima penumpang membuatnya lebih fleksibel dibanding beberapa city car listrik empat penumpang. Jarak tempuh 300 km juga memberi rasa aman lebih baik untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota.
Kekurangannya jelas: harganya nyaris menyentuh Rp200 juta. Tapi untuk kombinasi kenyamanan, jarak tempuh, dan fitur, Atto 1 Standard masuk kandidat paling menarik di kelas ini.
Dua model ini menunjukkan bahwa mobil listrik Rp100 jutaan kini punya pilihan yang benar-benar bisa dipakai keluarga, meski dengan kompromi berbeda. Seres E1 unggul di harga dan kepraktisan kota, sementara BYD Atto 1 menawarkan ruang dan jangkauan lebih lega dengan tambahan biaya.