BANDA ACEH — Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Cucu Kusmayancu, menyebut peningkatan potensi hujan dipicu tiga faktor sekaligus: terbentuknya Bibit Siklon Tropis 91B, aktifnya Gelombang Kelvin, dan kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut di sekitar Aceh terpantau hangat, berkisar 29-31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara tinggi di seluruh lapisan atmosfer.
Bibit siklon terdeteksi di sekitar koordinat 7,9 derajat Lintang Utara dan 97,0 derajat Bujur Timur. Tekanan udara minimumnya 1.009 hPa, dengan peluang tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masuk kategori sedang.
BMKG mengidentifikasi lima kabupaten/kota yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang:
Sementara hujan intensitas sedang dengan kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Simeulue, dan Nagan Raya.
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi: banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Tingkat dampak di tiap daerah bergantung pada kondisi serta kerawanan masing-masing wilayah.
Di sektor laut, BMKG memperingatkan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan Selat Malaka bagian utara. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut perlu memperhitungkan kondisi tersebut sebelum beraktivitas.
Cucu meminta warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.
"Selalu merujuk kepada informasi yang bersumber dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi," kata Cucu dalam siaran pers, Kamis (29/10/2026).
Informasi cuaca terbaru bisa dipantau melalui akun media sosial @infobmkg_aceh, call center 08116788595, atau email stamet.bandaaceh@bmkg.go.id. BMKG menegaskan prakiraan ini bersifat peringatan dini, sehingga perkembangan kondisi atmosfer perlu terus dipantau hingga akhir Oktober 2026.