BENER MERIAH — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyerahkan bantuan persediaan logistik bencana di halaman Kantor Bupati Bener Meriah. Bantuan diterima langsung Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia. Total nilai yang disalurkan ke dua kabupaten mencapai Rp4.857.474.917.
Angka itu terdiri dari Rp4.491.425.333 untuk Bener Meriah dan Rp366.049.584 untuk Aceh Tengah. Selisih porsi antarwilayah mencolok, dengan Bener Meriah menerima porsi terbesar.
Bantuan Aceh Tengah Diserahkan di Pendopo Kabupaten
Penyerahan untuk Kabupaten Aceh Tengah berlangsung di Pendopo Kabupaten Aceh Tengah. Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., menerima bantuan bersama jajaran pemerintah kabupaten setempat.
Dek Fadh — sapaan akrab Wakil Gubernur Aceh — menyebut dukungan logistik sebagai bagian penting upaya penanggulangan bencana. Ketersediaan stok dinilai menentukan kecepatan respons saat situasi darurat terjadi.
Apa Isi Bantuan dan Mengapa Disalurkan Sekarang
Bantuan berbentuk persediaan logistik atau buffer stock yang disimpan di tingkat kabupaten. Pemerintah Aceh menempatkan stok di daerah agar penanganan darurat tidak menunggu pasokan dari ibu kota provinsi.
Menurut Dek Fadh, kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus bisa dipenuhi ketika bencana melanda. Pemerintah kabupaten diminta memakai bantuan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta penanganan bencana. Kita berharap dengan adanya bantuan ini, kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana dapat terpenuhi dengan baik," ujar Dek Fadh.
Sinergi Pemprov dan Pemkab Jadi Kunci Penanganan Bencana
Penyaluran buffer stock menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat kesiapan daerah. Pemerintah provinsi mendorong sinergi dengan kabupaten dan kota, mulai dari tahap kesiapsiagaan hingga penanganan pascabencana.
Dalam kegiatan itu, Dek Fadh didampingi anggota DPRA dari Partai Aceh Yahdi Hasan Ramud, Dirintelkam Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, serta Kepala Biro Adpim Setda Aceh Akkar Arafat.
Koordinasi antarpemerintah diharapkan membuat perlindungan dan pelayanan kepada warga Aceh berjalan lebih cepat dan tepat. Pemerintah Aceh menargetkan sistem penanggulangan bencana yang lebih siap di tingkat kabupaten dan kota.