ACEH — Sebanyak 57.078.000 penduduk Indonesia atau setara 19,8 persen populasi belum terkoneksi internet, menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 dari 10 negara berpopulasi terbesar yang warganya masih offline. Data itu berasal dari Digital 2027 Global Overview Report yang dirilis We Are Social dan mencakup tren adopsi internet global. Kesenjangan ini jadi ganjalan bagi ambisi inklusi digital di pasar konsumen terbesar Asia Tenggara.
Posisi Indonesia berada di atas Tanzania dan Uganda yang menempati peringkat ke-9 dan ke-10. Tanzania mencatat 50.301.000 penduduk belum terkoneksi atau sekitar 68,8 persen, sementara Uganda sebanyak 41.537.000 jiwa atau setara 78,2 persen.
India memimpin daftar dengan 443.936.000 penduduk belum terkoneksi internet atau setara 30,0 persen. Nigeria menyusul di peringkat kedua dengan 127.873.000 jiwa atau 52,5 persen, lalu China di posisi ketiga dengan 115.796.000 jiwa atau 8,2 persen.
Empat negara lain yang melengkapi daftar adalah Pakistan, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, dan Bangladesh. Kesepuluh negara ini menjadi acuan laporan karena bobot populasinya besar, sehingga jumlah absolut warga tanpa internet ikut membesar meski persentasenya bervariasi.
We Are Social juga mencatat sisi lain: Indonesia menempati peringkat ke-4 negara dengan populasi terkoneksi internet terbesar, yakni 231.341.000 jiwa atau 80,2 persen. Angka itu naik 0,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, mayoritas penduduk Indonesia sudah online, tetapi sekitar satu dari lima warga masih tertinggal. Selisih inilah yang membuat Indonesia muncul di dua daftar sekaligus, sebagai pasar digital besar sekaligus negara dengan kantong-kantong blankspot koneksi.
Mengutip Detik, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 230 juta dan 55,8 juta orang dinyatakan belum terkoneksi pada 2025 lalu. Angka terbaru menunjukkan penambahan pengguna, tetapi jumlah warga tanpa akses belum turun signifikan.
Jumlah pengguna internet Indonesia unggul dari Filipina sebanyak 95 juta di urutan ke-12, Vietnam di urutan ke-14, dan Thailand dengan 67 juta di urutan ke-19. Di tingkat global, China memimpin dengan 1,2 miliar penduduk terkoneksi, disusul India 1,03 miliar dan Amerika Serikat 330 juta.
Laporan yang sama menyebut total pengguna internet dunia mencapai 6,15 miliar pada awal Oktober 2026. Dari populasi Bumi 8,32 miliar jiwa, sekitar 70,4 persen di antaranya telah terkoneksi internet.
"Analisis Manochi menunjukkan bahwa jumlah total pengguna internet telah mencapai 6,15 miliar pada awal Oktober 2026, sehingga penetrasi internet global mencapai 73,9%. Angka pengguna internet yang dilaporkan telah meningkat 54 juta (+0,9%) selama setahun terakhir," tulis laporan tersebut pada Senin (2/11).
Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, 57 juta warga tanpa koneksi adalah pasar yang belum tergarap sekaligus cermin keterbatasan infrastruktur. Sebagian besar kelompok ini berada di wilayah dengan akses jaringan terbatas, sehingga model bisnis berbasis aplikasi belum menjangkau mereka.
Pemerintah sendiri menargetkan perluasan akses internet lewat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah tertinggal. Namun laporan ini menunjukkan pekerjaan rumah masih panjang: pertumbuhan pengguna baru berjalan lambat, sementara basis pengguna eksisting sudah mendekati titik jenuh di kota-kota besar.
Angka 80,2 persen penetrasi nasional memang terlihat tinggi, tetapi sebarannya tidak merata. Kesenjangan antarwilayah inilah yang akan menentukan peta persaingan layanan digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.