MEUREUDU — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Syariat Islam memfasilitasi prosesi adat peusijuk (tepung tawar) untuk melepas keberangkatan jamaah calon haji (CJH) tahun 1447 Hijriah. Tradisi ini menjadi bentuk restu sekaligus doa bersama agar para tamu Allah asal "Negeri Japakeh" tersebut diberikan keselamatan selama menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Sebanyak 183 jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Aceh (BTJ) mengikuti prosesi ini. Komposisi jamaah terdiri dari 63 laki-laki dan 120 perempuan. Prosesi adat dipimpin langsung oleh sejumlah ulama kharismatik Aceh di Pidie Jaya, yakni Abu Tanjong Bungong, Abiya Kuta Krueng, Abati Kuta Krueng, dan Waled Nasir.
Jamaah Tertua Berusia 96 Tahun Asal Trienggadeng
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, memberikan apresiasi khusus kepada dua sosok jamaah yang mewakili kontras usia pada musim haji kali ini. Tercatat, Sarifah Binti Abdullah (96) asal Kecamatan Trienggadeng menjadi jamaah tertua, sementara Chairil Maulana (22) asal Kecamatan Jangka Buya menjadi jamaah termuda.
Sibral mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga ketahanan fisik mengingat tantangan cuaca ekstrem yang saat ini melanda Mekkah. Kedisiplinan mengikuti arahan petugas kloter menjadi kunci kelancaran ibadah di tengah kondisi suhu yang tidak menentu.
“Ibadah haji adalah panggilan mulia. Tidak semua yang mampu bisa berangkat, dan sebaliknya, ada yang sederhana justru dimudahkan,” ujar Bupati Sibral di hadapan para jamaah.
Harapan Percepatan Bantuan Korban Banjir Pidie Jaya
Ada hal menarik dalam pesan yang disampaikan Bupati Sibral. Di sela-sela pelepasan, ia menitipkan doa kepada para jamaah agar mendoakan stabilitas dan kesejahteraan daerah. Secara spesifik, ia berharap doa dari Tanah Suci dapat mempercepat proses pencairan bantuan bagi warga korban banjir di Pidie Jaya yang hingga kini masih dinantikan.
“Acara Peusijuk ini bukan sekadar tradisi, tetapi wujud doa masyarakat kepada tamu Allah. Kami menitipkan doa agar daerah kita senantiasa aman, dan bantuan untuk korban banjir segera terealisasi secepatnya,” kata Sibral.
Sebagai bentuk dukungan operasional, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Bagian Kesra Setdakab juga menyerahkan uang saku alakadar serta bingkisan kepada seluruh jamaah calon haji.
Jadwal Keberangkatan Melalui Embarkasi Banda Aceh
Berdasarkan jadwal resmi, 183 jamaah ini dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji Embarkasi Aceh di Kota Banda Aceh pada Senin, 18 Mei 2026. Mereka akan menjalani pemeriksaan akhir dan pemantapan dokumen sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.
Rombongan dijadwalkan terbang menuju Jeddah pada Selasa, 19 Mei 2026, menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA2113. Pemkab Pidie Jaya berharap seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan meraih predikat haji mabrur.