MEULABOH — Proses pembaruan data kemiskinan di Aceh Barat membuka fakta baru: banyak data di tingkat desa yang tidak mencerminkan kondisi kesejahteraan warganya. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengungkapkan temuan ini setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat untuk memperbaiki data.
"Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk memperbaiki data. Faktanya, banyak ditemukan data yang tidak sesuai seperti warga miskin yang masuk dalam kategori desil 8-9 (sejahtera)," kata Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Selasa (12/5/2026).
ASN Masuk Data Miskin, Bupati Beri Peringatan Keras
Salah satu temuan yang menyita perhatian adalah adanya ASN yang tercatat dalam desil 1 hingga desil 5—kategori yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Menanggapi hal ini, Tarmizi memberikan instruksi tegas kepada jajarannya.
"Saya instruksikan kepada ASN untuk jujur. Saya akan cek secara acak, dan jika ditemukan ada yang tidak mengindahkan arahan ini maka akan saya tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Desa Padat Penduduk Minta Tambahan Waktu Pendataan
Batas waktu awal pendataan hingga 15 Mei dinilai terlalu sempit, khususnya untuk desa dengan jumlah penduduk di atas 6.000 jiwa. Pemkab Aceh Barat pun mempertimbangkan perpanjangan waktu agar proses finalisasi di tingkat desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) bisa berjalan lebih akurat.
"Untuk desa yang penduduknya ramai, di atas 6.000 jiwa, mungkin waktunya akan kita tambah. Kami ingin proses finalisasi di tingkat desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) bisa berjalan cepat dan akurat," jelas Tarmizi.
Wilayah Perkotaan Jadi Sorotan karena Kepadatan
Bupati menyebut wilayah perkotaan menjadi perhatian khusus. Kepadatan penduduk yang tinggi meningkatkan potensi kesalahan penetapan status ekonomi masyarakat di lapangan. Pemkab Aceh Barat berharap seluruh lapisan masyarakat dari desil 1 hingga desil 10 aktif melakukan pemutakhiran data.
Dengan data yang akurat, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih tepat sasaran ke warga yang benar-benar membutuhkan. Pemkab akan melakukan verifikasi ulang secara acak untuk memastikan ketepatan data di 321 desa tersebut.