Nama Sakkamadeha, yang dalam bahasa Batak berarti "Pohon Kehidupan", menjadi fondasi usaha ini. Bagi Stella Florensia Hutajulu, pendiri Sakkamadeha Gallery and Workshop, galeri ini bukan sekadar tempat menjual tenun. Ia ingin budaya lokal tetap hidup dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar Danau Toba.
Sejak menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada 2020, kapasitas produksi mereka terus meningkat. Kini, Sakkamadeha mengelola tiga unit usaha: sentra produksi tenun, galeri penjualan, dan rumah jahit.
Harga Mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 2 Jutaan
Produk yang ditawarkan bervariasi. Untuk kain tenun ulos, harga dibanderol mulai Rp 300 ribu hingga Rp 2 jutaan. Sementara itu, produk jadi seperti kaos dijual mulai Rp 50 ribu dan kemeja hingga Rp 500 ribu.
"Di galeri ini, kami tidak hanya menjual kain tenun tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap pakai seperti pakaian kasual. Hal ini membuat ulos lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama bagi generasi muda," kata Stella, Rabu (13/5/2026).
Pemasaran Digital dan Panggung Nasional
Untuk memperluas jangkauan, Sakkamadeha mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan media sosial Instagram serta Facebook @Sakkamadeha. Pertamina juga mendorong mereka tampil di ajang nasional seperti F1 Powerboat atau F1H2O di Danau Toba.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa dukungan ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memajukan UMKM berbasis kearifan lokal.
"Melalui rumah produksi di Samosir, Sakkamadeha telah memberdayakan kurang lebih 70 penenun lokal untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi berkelanjutan," ujar Fahrougi.
Target Pasar Global
Stella berharap usahanya tidak berhenti di Sumatera Utara. Dengan dukungan yang ada, ia optimistis produk ulos modern buatan Samosir bisa menembus pasar global.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang terus mendukung usaha kecil seperti kami. Harapannya, ke depan kami bisa terus berkembang dan membawa produk lokal ini semakin dikenal, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga hingga ke pasar global," jelasnya.