Pencarian

PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir, Prosesnya Butuh Waktu Hingga Penambalan Lubang

Kamis, 21 Mei 2026 • 17:43:01 WIB
PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir, Prosesnya Butuh Waktu Hingga Penambalan Lubang
Lima konservator PNRI melakukan restorasi 130 naskah kuno Aceh terdampak banjir di UIN Ar-Raniry.

BANDA ACEH — Ratusan manuskrip kuno koleksi warga di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terendam banjir tahun lalu kini tengah dipulihkan. Lima konservator dari PNRI Jakarta diterjunkan langsung untuk menangani proses restorasi yang berlangsung sejak 19 hingga 23 Mei 2026 di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Kerusakan Akibat Kelembapan Tinggi dan Jamur

Ketua Tim Konservasi PNRI, Imam Supangat, menjelaskan bahwa sebagian besar naskah mengalami kerusakan akibat kelembapan tinggi pascabanjir. Kondisi itu memicu pertumbuhan jamur dan membuat lembaran-lembaran kertas saling menempel.

“Manuskrip terlebih dahulu dikeringkan melalui ruang pengeringan atau chamber,” kata Imam. Setelah kering, bagian manuskrip yang berlubang akan ditambal, sementara naskah dengan kadar asam tinggi dinetralkan. Lembaran yang terlepas juga akan dijahit kembali sebelum dibuatkan sampul dan kotak penyimpanan baru.

Rektor UIN Ar-Raniry: Database Manuskrip Jadi Target Berikutnya

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, meninjau langsung proses restorasi pada Kamis (21/5/2026). Ia menekankan pentingnya program preservasi berkelanjutan mengingat nilai sejarah dan peradaban yang terkandung dalam naskah-naskah Aceh.

“Kampus siap membangun database naskah kuno sebagai pusat kajian manuskrip Aceh dan Nusantara,” ujarnya. Menurut dia, langkah penyelamatan naskah di Aceh sebenarnya sudah dimulai sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh. Saat itu, UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.

Naskah Akan Dikembalikan ke Pemilik Setelah Direstorasi

Setelah seluruh proses konservasi rampung, seluruh manuskrip akan diserahkan kembali kepada pemilik koleksi. Proses restorasi diawali dengan identifikasi tingkat kerusakan, kemudian pemilahan metode perbaikan, pendataan, hingga treatment konservasi. Langkah ini memastikan setiap naskah mendapatkan penanganan yang sesuai dengan jenis kerusakannya.

Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks