Pencarian

ASDP Buka Jalur Kapal Ferry Jakarta-Malahayati, Pemerintah Aceh Targetkan Biaya Logistik Turun Drastis

Senin, 25 Mei 2026 • 08:55:05 WIB
ASDP Buka Jalur Kapal Ferry Jakarta-Malahayati, Pemerintah Aceh Targetkan Biaya Logistik Turun Drastis
Penandatanganan kerja sama pengembangan jalur kapal ferry Jakarta-Malahayati oleh ASDP dan Pemerintah Aceh.

JAKARTA — Pemerintah Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menjalin kerja sama pengembangan lintasan penyeberangan Jakarta-Malahayati. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Jalur ini masuk dalam skema Long Distance Ferry (LDF) yang dirancang untuk memperkuat ekosistem distribusi logistik antarpulau. Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan, pengembangan lintasan ini menjadi bagian dari transformasi layanan perusahaan dalam menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien dan modern.

“Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia secara lebih luas,” ujar Yossi dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Target Efisiensi Biaya Logistik Nasional

Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi ASDP dalam mendukung arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen. Selama ini, biaya logistik Indonesia masih berkisar di angka 14 hingga 23 persen terhadap produk domestik bruto, jauh di atas negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Yossi menambahkan, skema penyeberangan jarak jauh dinilai mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih kompetitif. Efisiensi biaya dan waktu tempuh menjadi dua faktor utama yang akan dikejar melalui lintasan baru ini.

Ruang Lingkup Kerja Sama: Kapal hingga Tarif

Melalui kolaborasi tersebut, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan. Mulai dari pengoperasian armada kapal, pengelolaan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan.

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyampaikan, pihaknya mendukung penuh kerja sama ini demi memperluas akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry RoRo. Menurut dia, sinergi ini menjadi langkah penting agar pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional.

“Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang,” ujar Nasir.

Tiga Lintasan Eksisting di Aceh

Saat ini ASDP melayani tiga lintasan utama di Aceh, yakni Ulee Lheue-Balohan, Ulee Lheue-Lamteung, dan Ulee Lheue-Serapung. Armada yang dioperasikan meliputi KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu.

Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh mencatatkan 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan yang melintasi ketiga jalur tersebut. Angka ini menunjukkan peran vital transportasi penyeberangan dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Aceh.

“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Yossi.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks