JAKARTA — Ramdani Boy resmi memegang kendali sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh. Ia dilantik menggantikan Yan Rusmanto yang telah menyelesaikan masa baktinya di Bumi Serambi Mekkah.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Aula Jusuf Adiwinata, Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (08/06/2026). Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, memimpin langsung acara tersebut.
Integritas Jadi Syarat Mutlak Kepemimpinan Baru
Dalam arahannya, Asep Kurnia menekankan bahwa rotasi ini bukan sekadar seremonial. "Integritas adalah harga mati, tingkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat merasakan kehadiran negara yang nyata," tegasnya.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera melakukan akselerasi. Selain itu, penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan juga menjadi prioritas.
Pesan dari Mantan Pimpinan untuk Kanwil Aceh
Yan Rusmanto, yang kini melepas jabatannya, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh jajaran selama memimpin. Ia meyakini estafet kepemimpinan ini akan membawa perubahan progresif.
"Saya yakin, dengan Pimpinan yang baru, Kanwil Ditjenpas Aceh akan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dengan tetap menjaga marwah institusi dan semangat perubahan," ujar Yan Rusmanto.
Fokus Ramdani Boy: Evaluasi dan Pelayanan Prima
Ramdani Boy, yang kini memimpin Kanwil Ditjenpas Aceh, menyatakan kesiapannya melanjutkan tongkat estafet. Ia berjanji akan memperkuat konsolidasi internal sebagai langkah awal.
"Fokus utama saya adalah melanjutkan apa yang telah dirintis dengan baik, sekaligus melakukan evaluasi untuk meningkatkan standar pelayanan," ungkap Ramdani Boy sesaat setelah pelantikan.
Ia mengajak seluruh jajaran bekerja dengan dedikasi tinggi dan mengutamakan pelayanan prima bagi masyarakat. Pergantian ini diharapkan menjadi momentum bagi Kanwil Ditjenpas Aceh untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.