BANDA ACEH — Ledakan keras mengagetkan aktivitas di Pelabuhan Ulee Lheu, Jumat siang. Sumbernya berasal dari kamar mesin KMP Aceh Hebat 2, kapal feri yang tengah bersiap berlayar menuju Sabang. Insiden ini menyebabkan 14 orang menderita luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapten KN SAR Kresna Supriadi, petugas yang berada di lokasi, mengonfirmasi asal ledakan. "Jumlah korban yang mengalami luka bakar akibat insiden ini diperkirakan mencapai 14 orang," ujarnya. Timnya langsung turun membantu proses evakuasi bersama petugas pelabuhan.
Evakuasi Cepat dan Penanganan Medis
Kepanikan sempat melanda setelah dentuman terdengar. Namun, petugas dan kru kapal bergerak sigap. Sejumlah unit ambulans telah disiagakan di dermaga, sementara satu mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengantisipasi potensi perluasan api.
Para korban luka bakar segera dibawa ke RSUD Zainoel Abidin, rumah sakit rujukan utama Aceh. Tim medis di rumah sakit tersebut telah mengerahkan tenaga terbaik untuk memberikan perawatan intensif bagi para pasien.
Tim Inafis Olah TKP, Cari Penyebab Pasti Ledakan
Tim identifikasi dari Polresta Banda Aceh, Inafis, langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti awal. Penyelidikan akan fokus pada kemungkinan kelalaian teknis, perawatan kapal yang tidak memadai, atau faktor eksternal lain yang memicu ledakan di kamar mesin.
KMP Aceh Hebat merupakan salah satu armada utama yang mendukung konektivitas antara Banda Aceh dan Pulau Weh, destinasi wisata populer. Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna jasa dan berpotensi mengganggu jadwal pelayaran untuk sementara.
Pengingat Keras untuk Standar Keselamatan Pelayaran
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan operasional yang ketat di industri pelayaran. Kapal sebagai moda transportasi publik harus selalu dalam kondisi prima. Pemeriksaan rutin, pelatihan kru yang memadai, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi pilar utama untuk mencegah kecelakaan serupa.
Pihak otoritas pelabuhan dan manajemen perusahaan pelayaran diharapkan segera memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi detail kejadian serta langkah perbaikan ke depan. Masyarakat pengguna jasa rute Banda Aceh-Sabang diimbau tetap tenang sembari menunggu informasi transparan dari pihak berwenang.