PIDIE JAYA — Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyebut peringatan Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan hari jadi daerah itu harus menjadi momentum introspeksi dan penguatan kebersamaan. Ia memimpin langsung doa bersama yang diikuti ribuan jamaah dari 8 kecamatan se-Kabupaten Pidie Jaya.
“Dzikir yang kita lantunkan bersama malam ini semoga dikabulkan oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah bagi kita semua. Mudah-mudahan Pidie Jaya ke depan menjadi daerah yang lebih baik, lebih maju, dan mampu bangkit dari berbagai tantangan yang sedang dihadapi,” ujar Bupati Sibral dalam sambutannya.
Penceramah Internasional dari Yaman Pimpin Tausiah
Acara yang berlangsung di halaman Gedung MTQ Pidie Jaya itu menghadirkan penceramah asal Yaman, Ustaz Habibi Alwi An Nawawi. Dalam tausiahnya, ia menekankan bahwa pergantian tahun hijriah bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas diri dan hubungan dengan Allah SWT.
“Jika masyarakat menjaga salat, memperbanyak dzikir, saling menghormati, dan menjaga persatuan, maka Allah akan membuka pintu keberkahan bagi daerah tersebut,” pesan Ustaz Habibi Alwi di hadapan ribuan jamaah.
Pemkab Dorong Nilai Keislaman sebagai Landasan Pembangunan
Bupati Sibral menambahkan, semangat hijrah dan kebersamaan yang tumbuh dari zikir akbar ini harus menjadi energi positif untuk mempercepat kebangkitan daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam mendukung program pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan Pidie Jaya tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, dan persatuan warganya. “Peringatan HUT daerah yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam harus menjadi sarana introspeksi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ribuan Jamaah Penuhi Lokasi Sejak Sore Hari
Pantauan di lokasi, jamaah mulai berdatangan sejak sore hari. Mereka datang dari berbagai kecamatan seperti Meureudu, Bandar Dua, dan Ulim, serta wilayah sekitarnya. Zikir dan doa bersama berlangsung khidmat hingga malam hari, ditutup dengan pembacaan doa untuk keselamatan dan kemajuan daerah.
Acara ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Pidie Jaya yang sengaja dirangkai dengan momentum Tahun Baru Islam untuk memperkuat dimensi spiritual dalam pembangunan daerah. (Ismed)