MEUREUDU — Proyek pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya di Aceh telah berjalan selama sebulan terakhir. Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, Azhari, menyatakan bahwa tahap awal pekerjaan saat ini masih difokuskan pada penimbunan lahan.
“Dari total area yang direncanakan, sekitar 70 persen sudah selesai ditimbun,” ujar Azhari di Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
Lokasi Baru 300 Meter dari Titik Terdampak Langsung
Pemilihan lokasi baru menjadi keputusan krusial dalam proyek ini. Lahan yang dihibahkan warga berada di luar zona bahaya aliran sungai, berbeda dengan posisi madrasah sebelumnya yang tersapu banjir. Azhari menyebut langkah ini memastikan keamanan jangka panjang bagi para siswa dan tenaga pengajar.
Selama masa konstruksi, kegiatan belajar mengajar tidak berhenti. Para siswa untuk sementara menempati bangunan darurat yang telah disiapkan sebagai lokasi belajar alternatif.
Anggaran Rp12 Miliar dari Ditjen Pendidikan Islam
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengalokasikan dana sebesar Rp12 miliar untuk membiayai seluruh pembangunan fisik sekolah, termasuk pengadaan meubelair dan fasilitas pendukung. Azhari mengapresiasi kontribusi berbagai pihak yang mempercepat proses rehabilitasi ini.
“Alhamdulillah MIN 5 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya,” kata Azhari.
Lahan Hibah dari Warga dan Mantan Istri Pejabat Kemenag
Tanah seluas 6.200 meter persegi tersebut merupakan hibah dari sejumlah warga Aceh. Salah satu penyumbang lahan adalah Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014–2020. Selain lahan, penyusunan master plan pembangunan madrasah juga mendapat bantuan teknis dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.
Sejumlah instansi turut mendukung proses penimbunan lahan, di antaranya Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh.
Apresiasi Dirjen Pendidikan Islam untuk Warga Seunong
Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menyampaikan apresiasi khusus kepada masyarakat Seunong yang telah berperan aktif menghibahkan tanah mereka. Ia menilai partisipasi warga menjadi kunci keberlangsungan pendidikan keagamaan dan pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah tersebut.
Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ditargetkan rampung dalam waktu dekat, mengembalikan akses pendidikan yang aman dan representatif bagi puluhan siswa yang sempat kehilangan sekolah akibat bencana banjir bandang pada penghujung tahun 2025 lalu.