Pencarian

Kemenag Rilis Transkrip Utuh Pernyataan Nasaruddin Umar soal Firaun, Bantah Ada Upaya Penyamaan dengan Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 • 15:54:31 WIB
Kemenag Rilis Transkrip Utuh Pernyataan Nasaruddin Umar soal Firaun, Bantah Ada Upaya Penyamaan dengan Pemerintah
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pentingnya akhlak santun dalam menyikapi demonstrasi mahasiswa.

ACEH — Kamaruddin Amin menyayangkan beredarnya narasi yang memotong pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat ditanya wartawan di Makassar, 14 Juni 2026. Dalam rekaman utuh yang telah didengar Kemenag, Nasaruddin menutup kalimatnya dengan frasa "apalagi kalau orang itu bukan Firaun". Frasa inilah, menurut Kamaruddin, yang sengaja dihilangkan di banyak pemberitaan.

Kalimat Utuh yang "Dihapus" dari Pemberitaan

"Saya sudah mendengarkan rekaman pernyataan Menag saat ditanya media di Makassar. Dan dalam rekaman itu tegas disebutkan bahwa Menag menutup pernyataan dengan kalimat 'apalagi kalau orang itu bukan Firaun'. Frasa ini yang tidak dituliskan dalam banyak narasi dan berita," ujar Kamaruddin di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut transkrip yang dirilis Kemenag, Nasaruddin merujuk pada kisah Nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan tetap santun saat menghadapi Firaun. "Orang seperti Firaun pun juga perlu diberikan bahasa santun. Apalagi kalau orang itu bukan Firaun," demikian bunyi pernyataan lengkapnya.

Bukan Menyamakan, tapi Mencontohkan Akhlak

Kamaruddin menjelaskan maksud pernyataan Menteri Agama justru sebaliknya dari yang dituduhkan. Nasaruddin, kata dia, ingin menekankan bahwa kepada sosok yang jelas-jelas zalim sekalipun—seperti Firaun—Nabi Musa diperintahkan berkata lembut. Logikanya, jika kepada Firaun saja harus santun, apalagi kepada Presiden Prabowo Subianto yang seorang muslim dan tengah menjalankan program kesejahteraan rakyat.

"Ini bukan berarti Menag menyamakan pemerintah dengan Firaun. Menag menegaskan bahwa orang seperti Firaun pun juga perlu diberikan bahasa santun. Lalu Menag melanjutkan dengan menegaskan, apalagi kalau orang yang akan diberi nasihat atau aspirasi itu bukan Firaun," tegas Kamaruddin.

Imbauan soal Demo Mahasiswa yang Jadi Konteks Awal

Pernyataan Nasaruddin awalnya merupakan respons atas pertanyaan wartawan mengenai gelombang demonstrasi mahasiswa. Ia mengimbau agar penyampaian aspirasi tetap menjunjung akhlakul karimah. "Jangan sampai nanti kita melakukan suatu tujuan yang baik, tapi melalui cara-cara yang kurang baik, akhirnya kontraproduktif," kata Nasaruddin dalam transkrip tersebut.

Kamaruddin menambahkan, konteks utuh pernyataan itu justru memperkuat pesan persatuan. Ia meminta publik tidak terprovokasi oleh potongan kalimat yang sengaja diedit untuk memicu emosi. "Mari hindari memotong kalimat hanya untuk memancing emosi dan memunculkan kesalahpahaman. Mari jauhi upaya adu domba dan tetap jaga persatuan bangsa," ujarnya.

Kemenag pun mengimbau media dan warganet untuk menyebarluaskan transkrip utuh agar tidak terjadi kekeliruan informasi yang berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks