BANDA ACEH — Peristiwa pohon tumbang terjadi bakda Magrib, Rabu, 28 Oktober 2026. Batang trembesi berukuran besar roboh ke badan jalan dan nyaris menimpa rumah milik Muhammad Munzir, tokoh pemuda setempat.
Warga sekitar langsung berkumpul di lokasi. Mereka khawatir pohon-pohon besar lain di sepanjang Jalan Bahagia punya kondisi serupa.
Wakil Wali Kota Turun ke Lokasi
Afdhal Khalilullah meninjau lokasi pada Kamis, 28 Oktober 2026. Ia mengarahkan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLH3K) membersihkan puing pohon tumbang.
"Sudah kita arahkan ke DLH3K agar segera dapat dibersihkan puing pohon tumbangnya. Kebetulan ada sedikit kendala teknis karena terdapat beberapa titik juga pohon tumbang di gampong lainnya," ujar Afdhal di lokasi.
Keterangan itu ia sampaikan saat berbincang dengan Muhammad Munzir. Rumah Munzir menjadi salah satu bangunan yang nyaris tertimpa.
Akar Trembesi Mulai Merusak Badan Jalan
Munzir menyebut sejumlah trembesi yang ditanam setelah tsunami kini tumbuh besar. Sebagian akarnya mulai merusak sisi badan jalan hingga menimbulkan retakan.
Kondisi batang dan cabang juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan. Jalan Bahagia sendiri kerap dilalui bus besar pembawa wisatawan menuju lokasi kapal apung.
Risiko pohon tumbang tidak hanya mengancam rumah warga. Keselamatan pengendara dan wisatawan yang melintas juga terancam.
Pembersihan Baru Langkah Awal
DLH3K perlu memeriksa kondisi pohon-pohon besar lainnya. Pemeriksaan itu untuk menentukan penanganan sesuai tingkat risiko masing-masing pohon.
Warga berharap Pemkot Banda Aceh bergerak sebelum kejadian serupa terulang. Pencegahan semestinya dilakukan sebelum keselamatan warga dipertaruhkan.