Satgas PRR Dorong Kampus Bantu Layanan Kesehatan Penyintas Banjir di Aceh Tamiang, 99,76 Persen Puskesmas Kembali Berfungsi

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 19:47:01 WIB
Tim medis Fakultas Kedokteran USK memberikan layanan kesehatan di hunian sementara Aceh Tamiang pascabanjir.

ACEH TAMIANG — Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya meninggalkan genangan, tetapi juga kerentanan kesehatan bagi warga yang masih bertahan di hunian sementara. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra merespons kondisi ini dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai garda depan pemulihan.

Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Safrizal Zakaria Ali, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. “Dalam kondisi darurat bukan masyarakat yang datang, tetapi tenaga kesehatan yang harus hadir mendatangi masyarakat. Ini merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujarnya di Aceh Tamiang, Selasa (16/6/2026).

Fakultas Kedokteran USK Terjun Langsung ke Huntara

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi salah satu institusi yang merespons seruan tersebut. Tim medis dari kampus itu menggelar pelayanan dan penguatan kesehatan bagi warga yang tinggal di hunian sementara di Aceh Tamiang. Safrizal yang juga menjabat Ketua Majelis Wali Amanat USK berharap model kolaborasi ini bisa diperluas ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatra.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting tidak hanya dalam pelayanan langsung, tetapi juga dalam riset dan evaluasi. Ia meminta tim medis dan akademisi yang bertugas untuk mencatat berbagai temuan di lapangan sebagai bahan perumusan kebijakan pemulihan. “Ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Safrizal.

99,76 Persen Puskesmas Pembantu Kembali Berfungsi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Posko Satgas PRR per 8 Juni 2026, layanan kesehatan di wilayah terdampak menunjukkan perkembangan positif. Seluruh rumah sakit umum daerah dan puskesmas yang sempat lumpuh kini telah kembali beroperasi normal. Dari total 2.952 puskesmas pembantu di tiga provinsi terdampak, hanya enam unit yang masih menggunakan fasilitas pengganti.

Selain layanan kesehatan, Satgas PRR juga meninjau pemenuhan kebutuhan dasar warga. Di Gampong Johar, Safrizal mengecek langsung sumur bor yang telah dibangun dan kini menjadi sumber air utama bagi masyarakat setempat. Satgas juga meninjau kondisi PDAM Mon Krueng Baro yang rusak akibat bencana. Untuk mempercepat pemulihan, Satgas akan menyalurkan bantuan 25 ton bahan penjernih air berstandar food grade guna memperkuat proses pengolahan air bersih bagi warga terdampak banjir.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top