Santri Pesantren Darul Hikmah Aceh Besar Diajari Olah Daun Tin Jadi Teh Herbal Bernilai Ekonomi

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 21:10:31 WIB
Santri Pesantren Darul Hikmah Aceh Besar belajar mengolah daun tin menjadi teh herbal bernilai ekonomi.

ACEH BESAR — Puluhan santri di Pesantren Darul Hikmah, Aceh Besar, kini punya bekal keterampilan baru: mengubah daun tin menjadi teh herbal siap jual. Tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Aceh baru-baru ini menggelar pelatihan bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna Pembuatan Teh Herbal Daun Tin” di lingkungan pesantren tersebut.

Kegiatan ini diketuai oleh apt. Rini Handayani, S.Farm., M.Si., dengan anggota tim dosen Munira, S.Si., M.P. dan apt. Rasidah, M.Sc. Tiga mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh turun sebagai pendamping lapangan. Kajur Farmasi apt. Noni Zakiah, M.Farm., juga hadir dalam acara yang disambut antusias oleh pimpinan dan para santri.

Daun Tin Bukan Sekadar Tanaman Liar

Dalam sesi edukasi, tim pengabdian memaparkan kandungan daun tin yang kaya antioksidan, flavonoid, dan senyawa bioaktif lainnya. “Daun tin bermanfaat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk membantu mengontrol kadar gula darah,” jelas apt. Rini dalam paparannya di hadapan peserta.

Santri tidak hanya mendengar teori. Mereka langsung mempraktikkan seluruh rangkaian produksi: pemilihan bahan baku, pencucian, pengeringan, hingga pengemasan produk yang higienis dan menarik. Pelatihan juga mencakup cara memasarkan teh herbal tersebut.

Dari Ilmu Kampus, Jadi Usaha Santri

Ketua pelaksana apt. Rini Handayani menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. “Kami berharap para santri tidak hanya memahami manfaat daun tin dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai jual,” ujarnya.

Pihak Pesantren Darul Hikmah menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap program serupa bisa terus berlanjut untuk memperkuat keterampilan kewirausahaan para santri. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan semangat peserta saat praktik pembuatan teh herbal hingga selesai.

Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu peluang usaha produktif berbasis herbal di lingkungan pesantren, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi santri di masa depan.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: beritarakyataceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top