BANDA ACEH — Harga emas di ibu kota Provinsi Aceh masih bertahan di level Rp 7.990.000 per mayam pada Rabu (17/6/2026). Berdasarkan pantauan di Toko Emas Bina Nusa, Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, angka itu tak bergerak dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
Dengan asumsi satu mayam setara 3,33 gram, harga emas per gram di Banda Aceh kini berada di kisaran Rp 2.399.000. Para pedagang memperkirakan harga masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan, seiring perkembangan ekonomi global dan pergerakan harga emas dunia.
Stabil di Langsa, Turun di Lhokseumawe
Kondisi serupa terjadi di Kota Langsa. Harga emas perhiasan 99,5 persen di Toko Emas Jasa Sejahtera 1, Jalan Teuku Umar No. 60, masih bertahan di angka Rp 8.400.000 per mayam. Angka itu tidak berubah dari perdagangan Selasa (16/6/2026).
Namun, situasi berbeda terjadi di Lhokseumawe. Harga emas di kota tersebut tercatat turun, meski bahan berita tidak merinci besaran penurunan dan penyebab spesifiknya. Perbedaan pergerakan harga ini menunjukkan bahwa faktor permintaan pasar lokal turut memengaruhi harga di tingkat pengecer.
Apa yang Mendorong Harga Emas?
Secara nasional, harga emas Antam justru menguat dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya pelaku investasi, terus memantau perkembangan logam mulia yang dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Sejumlah faktor masih menjadi penentu utama pergerakan harga emas di Aceh. Mulai dari harga emas dunia, nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi global, hingga permintaan pasar lokal. Meski harga di Banda Aceh masih di bawah level Rp 8 juta per mayam, angka tersebut tetap tergolong tinggi dan menunjukkan pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru dari pasar global sebelum melakukan penyesuaian harga.