Dua Santri Dayah Insan Qurani Aceh Besar Lolos Beasiswa Kerajaan Maroko 2026, Satu Jadi Cadangan

Penulis: Zulkifli Arief  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:02:31 WIB
Dua santri Dayah Insan Qurani Aceh Besar lolos beasiswa Kerajaan Maroko 2026.

ACEH BESAR — Hanya 50 orang dari total peserta yang dinyatakan lolos sebagai calon penerima beasiswa utama. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya berasal dari Dayah Insan Qurani yang berlokasi di Kabupaten Aceh Besar. Satu santri lainnya, Kayyisa Farras, masuk dalam daftar 26 peserta cadangan.

Seleksi nasional yang digelar Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ini melibatkan 16 perguruan tinggi penyelenggara di berbagai daerah. Khusus peserta asal Aceh, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Tahapan Seleksi: Dari CBT hingga Wawancara

Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran, verifikasi, dan validasi berkas pada 26 Mei hingga 5 Juni 2026. Peserta yang lolos administrasi kemudian mengikuti Computer Based Test (CBT) Bahasa Arab pada 7 Juni 2026. Sekitar 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti tes tersebut.

Peserta dengan nilai terbaik selanjutnya mengikuti tahap wawancara pada 10 Juni 2026. Pada tahap ini, penilaian tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik. Aspek yang diujikan meliputi hafalan Al-Qur’an minimal satu juz, kemampuan membaca dan memahami kitab kuning (qira’atul kutub), kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, wawasan keislaman, moderasi beragama, serta wawasan kebangsaan.

Nilai akhir seleksi merupakan akumulasi dari 60 persen nilai CBT dan 40 persen nilai wawancara.

Pimpinan Dayah: Bukti Santri Mampu Bersaing di Tingkat Nasional

Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz H. Muzakkir Zulkifli, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini merupakan kabar yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar Dayah Insan Qurani. Dari Aceh ada 5 santri, dan alhamdulillah dari kita ada 2 orang. Prestasi ini patut disyukuri karena Beasiswa Kerajaan Maroko merupakan salah satu program beasiswa yang memiliki tingkat persaingan sangat tinggi dengan jumlah peminat yang besar dari seluruh Indonesia,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Muzakkir, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa santri memiliki kapasitas untuk bersaing dalam seleksi pendidikan tingkat nasional sekaligus membuka peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bertaraf internasional. “Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan prestasi, memperkuat penguasaan bahasa Arab, memperdalam ilmu agama, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,” katanya.

Jejak Alumni Dayah Insan Qurani di Maroko

Dayah Insan Qurani sebelumnya telah mengirimkan sejumlah alumninya untuk melanjutkan pendidikan di Maroko. Tiga alumni yang saat ini sedang menempuh studi di negara tersebut ialah Asyraf Muntazhar pada jenjang doktoral, serta M. Ihlal Fikri dan M. Fataya Al Muwahhid pada jenjang sarjana.

“Alhamdulillah, mereka juga berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Maroko. Kami berharap Rizqa dan Kayyisa dapat mengikuti jejak para seniornya serta kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” ujar Muzakkir.

Selain dua santri Dayah Insan Qurani tersebut, berdasarkan pengumuman Kemenag RI nomor B-289/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/06/2026, ada tiga putra Aceh lainnya yang juga berhasil lolos seleksi penerima beasiswa Kerajaan Maroko 2026. Mereka adalah Muhammad Musyawil dan Muhammad Syukran sebagai calon penerima beasiswa utama, serta Zulfikri sebagai calon penerima beasiswa cadangan.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top