BYD Buka Teknologi Dual Mode di GIIAS 2026, Klaim Biaya Servis 30 Persen Lebih Hemat

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30:01 WIB
BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode pada GIIAS 2026 di ACEH, Kamis (13/2).

ACEH — Strategi ini diumumkan dalam sesi BYD Technology Talks di arena GIIAS 2026, Kamis (13/2). Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa kepuasan konsumen tidak berhenti di fitur canggih, melainkan juga layanan andal di setiap tahapan kepemilikan. Program bertajuk Own with Confidence ini dirancang untuk memberi kepastian biaya operasional sejak unit keluar dari diler.

Efisiensi Berlapis dari Mesin 46,06 Persen dan Interval Servis 20.000 km

Teknologi DM mengandalkan tiga komponen utama: High Efficiency Engine, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery. Mesin hybrid 1.5L generasi baru mencatat efisiensi termal 46,06 persen, disempurnakan sistem pendingin Advanced Intelligent Split Cooling yang menjaga suhu kerja mesin tetap presisi.

Konsep electric-first membuat motor listrik menjadi penggerak dominan di perkotaan. Kendaraan mampu beroperasi dalam mode listrik hingga 80 persen, sementara mesin bensin baru aktif saat dibutuhkan daya jelajah tambahan. Dampaknya terasa pada jadwal perawatan: servis berkala cukup dilakukan setahun sekali, dengan pilihan interval 20.000 km atau 10.000 km dalam mode hibrida.

Garansi 6 Tahun dan Roadside Assistance Gratis 50 km

BYD memberikan garansi kendaraan 6 tahun/150.000 km serta garansi baterai dan motor penggerak 8 tahun/160.000 km. Pemilik juga mendapat pembaruan perangkat lunak OTA dan Roadside Assistance 24 jam gratis hingga jarak 50 km menuju diler terdekat.

Ekosistem purnajual yang disiapkan mencakup jaringan diler, bengkel, dan teknisi tersertifikasi. Standar layanan yang sama berlaku untuk pemilik kendaraan listrik murni maupun Dual Mode.

Simulasi Internal: Penghematan 30 Persen untuk BYD M6 DM

Simulasi penggunaan internal menunjukkan BYD M6 DM menghemat biaya perawatan rutin hingga 30 persen dibanding kendaraan konvensional kelas sejenis. Dominasi motor listrik mengurangi beban kerja mesin bensin, yang secara langsung menekan frekuensi penggantian komponen.

Fleksibilitas berkendara tetap optimal berkat kombinasi baterai dan mesin bensin. Pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya saat menempuh perjalanan jauh, sementara sensasi berkendara di perkotaan terasa senyap dan halus berkat dominasi motor listrik.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: oto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top