NHM Serahkan Sarana Pertanian ke Petani Kao Barat, Target Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:58:31 WIB
NHM menyerahkan sarana produksi pertanian kepada Kelompok Tani Rizki Tani di Kao Barat, Halmahera Utara.

ACEH — Persoalan klasik yang dihadapi petani—keterbatasan modal, serangan hama, hingga sulitnya mendapatkan tenaga kerja—coba dijawab NHM lewat pendekatan yang berbeda. Alih-alih sekadar memberi bantuan, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Gosowong ini memperkenalkan model pertanian berbasis teknologi yang menekankan mekanisasi dan efisiensi.

Sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat menjadi andalan program ini. Metode ini memangkas kebutuhan tenaga kerja manual secara signifikan. Pengelolaan unsur hara, irigasi, dan pengendalian gulma juga dilakukan lebih intensif dibanding praktik konvensional. Lahan 10 hektare yang dikelola berada dalam satu hamparan yang membentang di Desa Soahukum dan Desa Makarti.

Target Produksi dan Pendampingan Teknis

Angka 10 ton gabah per hektare bukan target yang mudah. Untuk memastikan capaian itu realistis, NHM menggandeng Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara. Pendampingan teknis dilakukan secara berkala, mulai dari persiapan lahan hingga panen, agar penerapan PM-AAS sesuai petunjuk teknis.

Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, menegaskan program ini bagian dari upaya perusahaan mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap PM-AAS dapat menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (21/8).

Respons Petani dan Harapan Keberlanjutan

Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, Hadi Sugito, menyambut baik bantuan ini. Menurutnya, suntikan sarana produksi membuat petani lebih percaya diri menggarap lahan. Ia berharap dukungan serupa berlanjut, bukan hanya soal alat dan bibit, tetapi juga transfer pengetahuan agar kelompok tani makin mandiri.

"Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Terima kasih banyak untuk NHM dan Presiden Direktur NHM Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Kami berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat," ungkap Hadi.

Bantuan Saprodi tahap pertama ini mencakup kebutuhan pokok budidaya seperti benih unggul dan pupuk. Langkah ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) NHM Peduli yang selama ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi komunitas di sekitar area operasional.

Jika berjalan sesuai rencana, Kao Barat berpeluang menjadi sentra produksi padi baru di Maluku Utara. Keberhasilan model ini juga bisa direplikasi di kecamatan lain, mengingat kebutuhan pangan di wilayah kepulauan sering kali terkendala ongkos distribusi yang tinggi. Bagi NHM, keberlanjutan program menjadi ukuran utama—bukan sekadar seremonial penyerahan bantuan.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top