Antusiasme warga terlihat tinggi saat ratusan paket bahan pokok langsung ludes terjual dalam waktu singkat pada pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pangan Aceh Besar ini direncanakan berlangsung secara bergilir di enam wilayah kecamatan hingga 13 Mei 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menghadapi fluktuasi harga di pasar tradisional. Tingginya permintaan menjelang hari besar keagamaan sering kali memicu kenaikan harga yang membebani warga.
Daftar Harga Komoditas Sembako Bersubsidi
Dalam program GPM kali ini, pemerintah menyediakan paket sembako dengan total nilai Rp210 ribu per paket. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi sehingga jauh di bawah harga pasar saat ini. Berikut adalah rincian komoditas yang tersedia dalam paket tersebut:
- Beras premium: Rp60.000 per kemasan 5 kg
- Telur ayam ras: Rp47.000 per papan (30 butir)
- Minyak goreng: Rp36.000 per 2 liter
- Gula pasir: Rp32.000 per 2 kg
- Bawang merah: Rp20.000 per 500 gram
- Cabai merah: Rp15.000 per 500 gram
Alyadi menegaskan bahwa kehadiran pasar murah ini bukan sekadar seremonial, melainkan instrumen untuk mengendalikan laju inflasi di tingkat kabupaten. "Pangan murah ini kita hadirkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan inflasi daerah," ujarnya dalam keterangan resmi.
Jadwal Pelaksanaan GPM di Wilayah Aceh Besar
Setelah merampungkan hari pertama di Peukan Bada, Pemkab Aceh Besar telah menyusun jadwal distribusi di lima kecamatan lainnya. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat meratakan akses pangan murah bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pasar induk.
Adapun enam kecamatan yang menjadi sasaran program ini meliputi Peukan Bada, Lhoknga, Kuta Cot Glie, Kuta Baro, Sukamakmur, dan Montasik. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan selesai sebelum memasuki puncak peringatan Idul Adha.
Pihak Dinas Pangan berharap ketersediaan stok bahan pokok tetap terjaga selama periode ini. Selain memberikan subsidi harga, koordinasi dengan distributor terus diperkuat guna memastikan tidak terjadi kelangkaan barang yang dapat memicu spekulasi harga di pedagang eceran.