BANDA ACEH — Peringatan dini cuaca ekstrem ini berlaku untuk puluhan kabupaten dan kota di Aceh. Pada Jumat (19/6/2026), hujan lebat diprakirakan mengguyur 20 wilayah, termasuk Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Timur, Bireuen, Pidie, Gayo Lues, Simeulue, dan Nagan Raya. Keesokan harinya, Sabtu (20/6/2026), sebanyak 19 daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas serupa.
Hujan Masih Mengintai Tujuh Wilayah di Hari Terakhir
Memasuki Minggu (21/6/2026), potensi hujan lebat mulai menyempit. BMKG memprakirakan tujuh kabupaten yang masih harus waspada, yaitu Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues. “Wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang sampai hari Minggu nanti,” kata Prakirawan BMKG Aceh, Angga Dirta, Jumat (19/6/2026).
Angin Kencang dan Pemicu Cuaca Ekstrem
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang diperkirakan melanda empat daerah pada 19-20 Juni. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Kota Sabang. Angga menjelaskan, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di Samudra Hindia bagian barat Sumatra. Belokan angin di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.
Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra juga berkontribusi terhadap peningkatan penguapan. Hal ini menyebabkan bertambahnya kandungan uap air di atmosfer yang kemudian mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.
Imbauan untuk Warga di Wilayah Rawan Bencana
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan deras yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari akibat pemanasan yang intens pada siang hari. “Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” ucap Angga.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengantisipasi potensi dampak seperti banjir, genangan, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG atau media terpercaya lainnya.