MEULABOH — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ISAD Aceh Barat dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh resmi memperkuat sinergi melalui audiensi yang berlangsung di ruang rapat ketua kampus, Kamis (25/6/2026). Pertemuan itu membahas sejumlah program kolaboratif, mulai dari penguatan budaya literasi, penelitian, hingga peningkatan kapasitas akademik mahasiswa dan alumni dayah. Salah satu agenda yang mengemuka adalah rencana penyelenggaraan seminar dan bedah buku yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Tradisi Akademik
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua DPW ISAD Aceh Barat, Tgk. Arika Amalia, didampingi Sekretaris Jenderal ISAD, Tgk. Nasrullah Murni. Rombongan diterima oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, yang juga menjabat sebagai penasihat DPW ISAD Aceh Barat.
“Kami melihat banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, terutama di bidang literasi, penulisan, penelitian, dan penguatan tradisi intelektual. Melalui sinergi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kualitas akademik mahasiswa dan alumni dayah,” ujar Tgk. Arika Amalia dalam pernyataannya.
STAIN Siapkan Dukungan untuk Program Bersama
Prof. Syamsuar menyambut baik inisiatif yang ditawarkan ISAD Aceh Barat. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi intelektual alumni dayah merupakan langkah strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya manusia di Aceh Barat.
“STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh siap mendukung berbagai program yang akan dilaksanakan bersama ISAD. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat budaya literasi dan akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kapasitas keilmuan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Bukan Sekadar Seremonial, Ada Target Konkret
Lewat audiensi tersebut, kedua pihak berkomitmen membangun kemitraan yang berkelanjutan. Target utamanya adalah memperkuat ekosistem akademik, meningkatkan budaya literasi, serta mendorong lahirnya generasi intelektual yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan Islam dan pembangunan masyarakat di Aceh Barat. Program bedah buku dan seminar menjadi langkah awal yang akan segera direalisasikan.