MEDAN — Gerakan kompak para penari Sanggar Citka Geunta yang dipadukan dengan busana tradisional Aceh berhasil menghadirkan pesona budaya yang khas di panggung Rakernas XVIII APEKSI 2026. Penampilan Tari Meusare-sare ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat Kota Medan maupun delegasi yang hadir dalam acara tersebut.
Momen Promosi Budaya di Ajang Nasional
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, menyatakan bahwa partisipasi dalam ajang seperti Rakernas APEKSI merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Aceh. Menurutnya, promosi budaya menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
"Kami ingin memperluas daya tarik wisata daerah sekaligus mempererat hubungan antarkota melalui pertukaran budaya," ujar Rosdi dalam keterangannya, Rabu malam.
Disaksikan Langsung oleh Wali Kota Banda Aceh
Penampilan Sanggar Citka Geunta turut disaksikan oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh yang hadir mengikuti rangkaian Rakernas XVIII APEKSI. Kehadiran langsung kepala daerah ini menunjukkan komitmen Pemkot Banda Aceh dalam mempromosikan seni budaya lokal di kancah nasional.
Pesta Kuliner dan Pentas Seni Jadi Wadah Kolaborasi
Selain menampilkan seni budaya, kegiatan Pesta Kuliner UMKM dan Pentas Seni ini juga menjadi ruang bagi para peserta untuk saling bertukar pengalaman dan mempromosikan potensi masing-masing daerah. Rakernas XVIII APEKSI 2026 sendiri berlangsung di Medan dan diikuti oleh puluhan pemerintah kota dari seluruh Indonesia.