MEULABOH — Kegiatan bersih-bersih yang digelar Jumat pagi itu bukan sekadar agenda rutin. Plt Sekda Kurdi menilai, kondisi sejumlah titik di sekitar kota Meulaboh masih memprihatinkan. Sampah berserakan di pinggir jalan, bahkan dibuang ke pagar pembatas, meskipun pemerintah telah mengizinkan pedagang berjualan di area tersebut.
Lokasi Nonton Bareng Piala Dunia Jadi Sorotan
Gotong royong kali ini difokuskan di sekitar Lapangan Teuku Umar. Lokasi tersebut rencananya akan digunakan sebagai tempat nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia yang akan digelar Pemkab Aceh Barat untuk seluruh ASN.
“Sesuai dengan surat edaran dari Kemendagri kemudian juga surat edaran pak bupati, memang ASN ini sudah setiap Jumat mereka secara otomatis melaksanakan gotong royong bersama-sama di lokasi yang berbeda-beda,” kata Kurdi.
Rendahnya Kesadaran dan Opsi Sanksi
Plt Sekda mengakui, membersihkan seluruh titik sampah di kota Meulaboh membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Menurutnya, sosialisasi dan contoh langsung dari aparatur saja belum cukup.
“Sehingga tingkat kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan masih memerlukan sosialisasi, percontohan dan mungkin saatnya juga mempertimbangkan sanksi-sanksi kepada siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Ia menyoroti perilaku pedagang di tepian jalan sekitar lapangan. Meski sudah diberi izin berjualan, sampah yang mereka hasilkan justru dibuang sembarangan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab untuk menertibkan kebiasaan buruk tersebut.
Harapan untuk Kawasan Wisata
Kurdi berharap kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan ini bisa berdampak lebih luas, terutama di kawasan wisata unggulan seperti Pantai Kasih. Area wisata dengan luasan besar, kata dia, membutuhkan perhatian ekstra agar tetap bersih dan nyaman dikunjungi.
“Harapan kita dengan terus gotong royong mudah-mudahan bisa menjadi lebih bersih terutama di daerah Pantai Kasih atau titik wisata yang mempunyai area luas,” ujar Kurdi.